Search

Tips Work From Home Sambil Mengurus Anak


"Headhunter bangga pada keluarga yang bisa menjalankan WFH dengan baik!"

Work from home sambil mengurus anak? Bisa, dong! Buat kamu yang masih sibuk cari kerja, mungkin tidak terbayang untuk mengurus anak sambil bekerja. Terlebih di masa pandemi sekarang, di mana semua orang harus kerja dari rumah (work from home atau WFH) dengan segala bentuk tantangannya.


Baca Juga: Apa Beda Headhunter dan Outsourcing?


Tenang; kerja dari rumah bareng anak-anak (terutama yang masih kecil) mungkin aja, kok. Selama kamu bisa mengatur segala aktivitas di rumah dan sabar sedikit, tidak perlu ada masalah!


Berikut tips WFH sambil mengurus anak!

Tips Work From Home Sambil Mengurus Anak


1. Jelaskan dengan Baik

Anak-anak kamu dan pasangan (istri/suami) pasti punya jenjang umur masing-masing, dengan tingkat pemahaman yang berbeda. Bagus kalau sudah remaja, tapi kalau balita agak susah.


Hal pertama yang perlu kamu lakukan sebelum kerja adalah memberi penjelasan sebaik mungkin pada sang buah hati!


Jelaskan perlahan-lahan kalau papa dan mama akan kerja di rumah, jadi kakak dan adik jangan ganggu, nanti ada waktu main dan makan bersama, dll. Mungkin sulit, tapi sabarlah!


Kalau kamu langsung kerja begitu saja, kemungkinan besar anak-anak akan datang mengganggu. Kamu pun beresiko gak sengaja marah karena mereka tidak mengerti.


Karena itu, komunikasi WFH ke anak-anak sejal awal, oke? Supaya pada mengerti dan gak salah paham!


2. Bagi Tugas

Tergantung jumlah anggota keluargamu (dewasa dan anak-anak), pembagian tugas harus ditentukan dari awal. Siapa yang mengurus rumah (masak, mencuci, dll) di pagi, siang, dan malam hari?


Kalau kamu dan pasangan kerja, apa tidak bisa dipisah jamnya biar ada yang mengurus anak? Apa anak yang lebih tua bisa mengurus adik-adiknya?


Apa yang bisa anak-anak kerjakan sendiri, dan apa yang perlu dibantu orang tua? Apa ada jam kosong untuk istirahat atau menghabiskan waktu dengan anak-anak?


Semua ini harus diatur secara detil sejak awal, agar semua urusan rumah tetap beres dan anak-anak tidak merasa diabaikan.


Kalaupun cuma kamu yang kerja, jangan egois menyerahkan semua urusan rumah dan anak ke pasangan ya. Untuk membangun keluarga bahagia saat pandemi, kerja sama itu penting!


3. Buat Jadwal Rutin

Setelah pembagian tugas tadi, buat jadwal rutin tiap minggu, atau bahkan tiap bulan. Tentukan siapa yang banyak kerja di hari tertentu, tapi bisa istirahat di hari lainnya.


Pikirkan juga soal halangan masing-masing anggota keluarga, supaya bisa saling menggantikan tanpa cekcok. Jangan lupa soal hari libur dan hari nasional, yang bisa merubah jadwal kalian.


4. Minta Bantuan Tetangga atau Saudara

Kadang anggota keluargamu ada yang sakit atau berhalangan. Mungkin sejak awal keluargamu hanya terdiri dari sedikit orang (3 atau kurang?). Kalau begini, apa solusinya?


Minta bantuan tetangga atau saudara (yang dekat rumah, ya)! Pastikan mereka bisa memenuhi protokol kesehatan tanpa bandel (lepas masker seenaknya, dll), lalu ceritakan situasimu.


Minta bantuan mereka untuk meng-cover kamu di jam-jam sibuk atau berhalangan. Sediakan semua yang mereka butuhkan untuk menjaga anak-anak: makanan, baju, mainan, dll.


Ingat, minta bantuan mereka saat terdesak saja dan jangan berlebihan. Berikan instruksi jelas dan nomor telepon darurat agar adil.


Pastikan juga anak-anakmu cukup mengenal tetangga/saudara tersebut dan tidak akan menangis atau kelewat bandel saat dijaga mereka.


Setelah dibantu, beri mereka tanda terima kasih seperti makanan (masakan), minuman, barang, atau bahkan uang. Kalau perlu sewalah babysitter, tapi hati-hati ya.

Sekian tips work from home sambil mengurus anak! Keselamatan keluarga tetap nomor 1! Kalau kewalahan, tidak ada salahnya mengambil cuti sejenak~


Cari kerja dengan jasa Kessler Executive Search hasilnya cepat, lho! Klik link situsnya biar tahu!


Sumber: kompas.com

49 views0 comments

Recent Posts

See All