Search

Tips Kerja: Cara Mendidik Karyawan yang Malas dan Tidak Produktif

Updated: Apr 14, 2020


Zzzzz...

Jadi karyawan malas atau karyawan tidak produktif itu berdampak buruk ke perusahaan, apalagi kalau jadi Boss yang bertanggung jawab atas bawahan macam gini. Memang, bekerja di perusahaan itu berat dan ada aja masalahnya. Pas jadi karyawan, kamu harus bisa mempertahankan produktivitas kerja, hubungan kerja, dll sambil diteriakin terus sama si Boss. Sebaliknya, pas jadi Boss pasti ada aja tuh satu atau dua bawahan yang a: karyawan keras kepala, atau b: karyawan tidak produktif, c: karyawan malas, atau malah d: semua sekaligus! Adanya karyawan macam gini buat imej serta kinerja perusahaan jadi anjlok. Lantas gimana? Pecat aja? Eits, ga boleh segampang itu mecat orang, meskipun mungkin mereka sudah bikin rambut kamu setengah putih. Baca tips kami berikut ini untuk mengatasinya!

Tips Kerja: Cara Mendidik Karyawan Malas dan Tidak Produktif


Anggap aja ada bawahan kamu yang namanya Joni. Si Joni ini terkenal sebagai karyawan malas yang sering tidur di tempat kerja. Si Joni juga karyawan keras kepala yang gak mengikuti perintah dari Boss (kamu). Terakhir, si Joni ini juga karyawan tidak produktif, karena produktivitas kerja-nya nyaris nol. Gimana ya?


Kamu bisa saja langsung pecat dia, biar cepat beres. Tapi jangan buru-buru, lakukan langkah berikut:

Tetap Tenang

Ya, si Joni ini memang bikin sebel, tapi jangan marah dulu. Mungkin dia punya alasan yang masuk akal kenapa jadi malas begini, jadi jangan langsung menghakimi ya.


Dekati dengan Halus

Kalau kamu sudah tenang, panggil dia untuk bicara empat mata di ruang terpisah. Jangan pasang muka seram atau senyum sinis, bersikaplah biasa. Kalau nggak, nanti masalah tambah runyam.


Evaluasi Objektif

Nah, sekarang kalian sudah berdua saja (jangan mikir aneh-aneh ya), bicarakan masalahnya. Beritahukan evaluasi kamu ke perfoma kerja dia selama ini, tentang betapa malasnya dia, dll dengan tenang.


Mungkin kamu pengen mencibir atau berkomentar pedas, tapi tahan. Kamu gak boleh emosi walau semua yang kamu sebut tentang dia itu benar. Mungkin dia bakal menyangkal, tapi tetap ungkapkan faktanya dengan tenang. Biar dia tahu, kalau ini tuh masalah serius.


Cari Solusinya

Kalau sudah, coba tanya alasan kenapa dia tuh kerjanya begini. Mungkin lingkungan kerja gak cocok? Ada masalah sama karyawan lain? Masalah keluarga? Tanya dengan nada ramah dan sabar, tunggu dia selesai bicara dan jangan terkesan menghakimi. Semua ini agar solusinya bisa cepat ketemu.


Tegas

Kalau sudah mencari solusi (ketemu atau tidak), tegaskan kalau ini masalah serius yang mungkin bisa menyulitkan posisinya (jangan sebut ‘pecat’). Jelaskan bahwa dia perlu mengubah sikap dan pola kerja, agar terhindar dari masalah. Pastikan nada bicaramu netral, tanpa terkesan mengancam.


Beri Semangat Positif

Kalau dia sudah mengerti, berilah dia semangat positif! Ingatkan kalau di aturan perusahaan ini mereka punya hak karyawan dan berbagai macam bonus yang sayang kalau dilewatkan. Kalau perlu, diskusi dengan HR soal potensi naik gaji atau jabatan. Selama dia serius, pastikan kamu dukung.


Hukum Sesuai Aturan

Kalau setelah itu semua si Joni ini masih malas, susah diatur, dan gak berniat memperbaiki hubungan kerja di antara kalian… ya putusin aja. Pecat secara formal, gak pake emosi. Toh sudah diperingatkan dan berusaha didukung, jadi ya gak ada alasan lagi.


Begitulah langkah-langkah mengatasi karyawan malas dan tidak produktif! Ingat, hindari drama kantor yang nanti jadi biang gosip! Kalau kamu perlu bantuan mencari karyawan atau laju karir baru, hubungi kami! Bagikan CV dan Resume kamu ke sini, dan akan kami bantu mencari karyawan berkualitas atau jenjang karir baru! Berjuang ya, Boss!


Source: detik.com

424 views0 comments

Recent Posts

See All