Search

Tips Berdamai Dengan Boss


"Headhunter bilang saya harus mengalah kalau berantem sama bos"


"Saya pengen cerita, guys.. Saya hari ini berantem lagi sama boss, dia tuh kok ngeselin banget ya!". Lah terus gimana? "Ya, jadi sekarang kita lagi jauh-jauhan sih, proses kerja jadi gak enak".


Nah, guys, ada yang pernah ngalamin hal seperti ini atau sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kamu di kantor? Memang kadang berantem sama bos itu tidak terelakkan apalagi konteksnya kalian sedang berdebat tentang pekerjaan. Berantem dengan bos itu ujung-ujungnya bisa fatal jika tidak ditangani sesegera mungkin oleh kamu, mulai dari kamu yang merasakan atmosfir pekerjaan menjadi kurang nyaman, sampai dengan kamu akhirnya bisa dikeluarkan dari perusahaan loh! Ini masalah yang cukup serius, hubungan kamu dengan bos harus tetap dijaga dengan baik untuk menghasilkan pekerjaan yang maksimal, karena kamu juga butuh kerja sama dan instruksi yang jelas dari bos kamu.


Kamu terlanjur sudah berantem dengan si boss, dan tidak tahu bagaimana baikan dengan si doi? Yuk, kita coba tips di bawah ini supaya kamu jadi lebih tenang, ya.


1. Cari Akar Masalah

Membahas dan bercerita terus tentang masalah yang bikin kamu konflik sama si bos bukannya membuat suasana menjadi lebih baik, akan tetapi malah makin membuat suasana menjadi semakin keruh. Coba kamu cari tahu kembali akar masalahnya terletak di mana, dan pemicu konflik. Begitu sudah kamu temukan, susun rencana untuk menyelesaikannya.


2. Menyingkirkan Ego Untuk Sementara

Ada beberapa prinsip yang perlu diingat ketika ingin menyelesaikan konflik dengan atasan. Menyingkirkan ego adalah salah satunya. Janganlah menunggu si bos mengabaikan egonya terlebih dulu. Lebih baik mulailah dari diri sendiri lebih dulu. Cobalah cari waktu dimana bos kamu moodnya sedang baik, mintalah permintaan maaf dengan bos apabila kamu juga merasa bersalah atas masalah yang membuat hubungan kamu dengannya menjadi kurang baik.


3. Mengontrol Diri Sendiri

Penguasaan diri adalah prinsip penting yang harus dijalankan dalam penyelesaian konflik. Jika kamu tidak mampu menguasai diri sendiri, mudah tersinggung dan meledak-ledak, tidak sabaran sudah pasti penyelesaian konflik dengan atasan pun akan lebih susah. Kamu pun perlu mengendalikan diri sendiri, mengelola emosi, serta berkomunikasi efektif dan obyektif agar mampu membicarakan masalah secara personal dengan atasan tanpa melibatkan urusan emosi.


4. Tetap Profesional

Meskipun konflik dengan atasan masih belum selesai, usahakan untuk tetap bersikap profesional. Kesampingkan rasa galau, marah, geram, dan tetaplah mengerjakan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya. Janganlah terlalu membawa ke dalam hati kata-kata si bos yang terlalu tajam dan mungkin kasar. Walau susah, kamu perlu menjaga agar kepala tetap dingin dan suasana dalam hati yang selalu tenang. Cara ini akan membuat kamu lebih mampu bersikap profesional.


5. Fokus pada solusi

Jika kamu telah mampu melibatkan bos dalam pembicaraan dalam memetakan masalah, cobalah mencari solusi bersama. Konflik bisa saja mereda. Namun, jika tidak ada jalan keluar dari akar permasalahan, konflik bisa saja meluap kembali. Jadi, cobalah berdiskusi atau berkompromi tentang permasalahan agar bisa mencari solusi terbaik untuk kedua belah pihak.


Nah, siap-siap ditraktir makan sama si bos ya kalau hubungan kalian sudah membaik lagi.

149 views0 comments

Recent Posts

See All