Search

Tips Anak Perantau yang Mulai Kerja di Jakarta


"Kerja di Jakarta sambil merantau itu berat. Tetap semangat, ya!" -Kessler Executive Search

Kerja di Jakarta sambil merantau itu berat…! Mendekati akhir bulan, kita semua yang kerja ataupun cari kerja menantikan banyak hal. Entah itu gaji atau panggilan llus interview, kita deg-degan menanti hasil kerja keras! Tapi kadang akhir bulan menakutkan bagi anak perantauan…


Anak perantauan Indonesia yang cari kerja atau bahkan sudah bekerja di Jakarta sering sulit beradaptasi. Ini belum termasuk faktor lain seperti lingkungan kerja buruk dan kesepian!


Biar kamu para anak perantauan bisa mengadu nasib tanpa banyak cemas, berikut tips khusus dari kami!

Tips Anak Perantau yang Mulai Kerja di Jakarta


1. Serius dari Awal

Namanya merantau atau mengadu nasib, apalagi di kota super sibuk seperti Jakarta, tidak boleh main-main! Bukan berarti gak boleh istirahat, tapi niatmu harus kuat!


Walau banyak peluang kerja, biaya hidup juga besar. Kalau kamu santai, tagihan kost, makan-minum, listrik, air, dsb akan menumpuk cepat…!


Jauh sebelum mulai bekerja di Jakarta, rencanakan dulu dengan matang. Mau kerja di mana, dan seberapa besar kemungkinan diterima? Kalau ditolak atau diberhentikan, apa ada alternatif?


Kamu mau tinggal di mana? Ngekost? Bareng saudara? Gimana biaya hidup sehari-hari? Transportasi kerja apa yang kamu pakai; kendaraan umum atau pribadi? Apa pekerjaanmu perlu peralatan khusus seperti laptop?


Hal-hal ini harus dipikir matang jauh sebelum kamu pergi ke Jakarta atau kota besar lain! Kalau pergi tanpa tahu mau kerja apa dengan uang pas-pasan, sudah pasti gagal!


Dibaca deh: Tirulah Sikap Kerja Han Ji Pyeong!


2. Jangan Berharap yang Muluk-Muluk

Ya, kota besar seperti Jakarta itu punya banyak kesempatan bisnis dan mencari nafkah. Tapi bukan berarti semua akan berjalan mulus hanya dengan doa dan sedikit usaha!


Kalaupun sudah dapat kerja, besar kemungkinan gajimu kecil di kala pertama, dan susah naik. Akan ada faktor lain selain skill yang menghalangimu maju.


Kehidupan sehari-hari pun sulit dijalani kalau kamu tidak menyesuaikan diri atau belajar hidup di kota. Karena itu, penting untuk bersikap realistis.


Bekerja di kota besar seperti Jakarta akan jauh lebih keras dari tempat asalmu, jadi kamu harus pakai apa yang ada dan jangan ngarepin yang bukan-bukan!


3. Belanja Hemat

Harga sewa apartemen/kost, makanan, minuman, air, listrik, dsb di kota mahal, jadi harus hemat!

Jangan makan di restoran; beli nasi bungkus atau warteg untuk sehari-hari. Belilah baju yang bisa dipakai untuk berbagai situasi, mulai dari bersantai di rumah sampai belanja.


Beli bahan masakan di pasar tradisional agar murah, apalagi kalau ditawar. Gunakan kendaraan umum, karena harga bensin terus naik.


Hati-hati juga dalam menarik uang di ATM; jangan mau dibantu orang tak dikenal! Mungkin terdengar remeh, tapi jumlah uang yang terbuang dari belanja tak perlu akan cepat menumpuk!


4. Cari Teman

Sebagai anak perantau, kemungkinan besar kamu akan hidup sendiri atau minimal sering sendirian (saat bekerja). Karena itu carilah teman di lingkungan kerja kantor atau di dekat tempat tinggalmu.


Selain mengobati kesepian, kamu juga akan mendapat banyak informasi tentang wilayah sekitar: tempat makan enak, pasar murah, jalan pintas, lowongan kerja, dsb.


Kamu harus pintar memakai semua yang ada agar pekerjaanmu di Jakarta lancar!

Sekian tips anak perantau yang mulai kerja di Jakarta! Kehidupan kota itu berat dan mahal, bahkan untuk mereka yang lahir di sana. Karena itu kamu harus berusaha maksimal agar perantauan sukses!


Kalau perlu cari kerja baru di Jakarta, Kessler Executive Search siap membantu! Sebagai Headhunter yang menguasai area Jabodetabek, kami siap membawamu karirmu ke arah yang tepat!


Sumber: hipwee.com, idntimes.com

138 views0 comments

Recent Posts

See All