Search

Tips Agar Hidup Kamu Bisa Work Life Balance

Di era Zaman Milenial sekarang ini tentunya kamu sudah tidak asing lagi jika mendengar kata burnout atau yang lebih sering dikenal dengan kelelahan yang dirasakan seseorang akibat terlalu banyak bekerja. Burnout sangat berbahaya untuk segi mental dan kejiwaan kamu, efek negatif yang ditimbulkan seperti lesu dan tidak semangat dalam menjalani aktifitas sehari-hari, mudah tersinggung dan marah, tidak fokus, mudah terserang penyakit, serta dalam kondisi ekstrem burnout dapat memicu seseorang melakukan percobaan bunuh diri.




Cara mengatasi burnout salah satunya dilakukan dengan cara Work Life Balance. Apa itu Work Life Balance? Work Life Balance adalah kondisi pembagian waktu kerja seseorang antara kerja dan hidup stabil dan tidak berat sebelah. Work Life Balance sering diterapkan oleh banyak karyawan kantoran yang sangat sibuk dan sering lembur hingga larut di kantor, bahkan di zaman sekarang perusahaan maju sudah menerapkan sistem Work Life Balance dimana karyawannya sengaja tidak diperbolehkan lembur bekerja di kantor apabila sudah melebihi jam 7 malam.

Burnout ini gejalanya bisa tidak langsung dirasakan oleh penderita atau karyawan itu sendiri yang bekerja. Burnout ini bisa sifatnya di luar alam bawah sadar kita. Nah, kamu tidak mau kan tiba-tiba lemah, letih, lesu dan tidak bersemangat lagi dalam menjalani hidup? Berikut tips yang bisa kami berikan apabila kamu ingin menerapkan Work Life Balance dalam hidup kamu:


1. Atur Jam Tidur yang Cukup

Tidur adalah sesuatu yang kita semua butuhkan. Konsekuensi dari tidak cukup tidur adalah konsentrasi dan fokus kita berkurang pada saat jam kerja. Menurut seorang peneliti bernama Daniel Kripke, orang yang tidur antara 6,5 jam dan 7,5 jam di malam hari mempunyai umur lebih panjang dan produktivitas lebih tinggi.


Jadi, salah satu hal yang menentukan produktivitas kita adalah jam tidur yang cukup. Bila kita tidak menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama, ada kemungkinan tubuh kita akan terserang penyakit saat pekerjaan kita masih banyak dan mendekati deadline.


2. Bersosialisasi dan Berdiskusi Dengan Teman dan Sahabat Dekat

Pertemanan di tempat kerja bisa menimbulkan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan tempat kerja, serta meningkatkan keharmonisan.


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa obrolan ringan dengan rekan kerja dapat menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Menyisihkan waktu untuk mengobrol ringan selama istirahat atau waktu makan siang dapat membantu memenuhi kebutuhan kita akan interaksi sosial, serta membuat kita lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh rekan-rekan kerja kita.


Bersosialisasi juga dapat membantu kita dalam memperluas jaringan untuk menemukan solusi dari masalah-masalah tertentu. Intinya, organisasi adalah sebuah jaringan yang terdiri atas sekumpulan orang. Semakin baik keseimbangan hubungan orang-orang di dalamnya, maka akan semakin baik pula fungsi organisasi tersebut.


3. Batasi Waktu Untuk Bekerja dan Bermain

Ketika sedang bekerja, maka setiap menit sangatlah penting. Jika ingin tetap fokus dan produktif, penting untuk menentukan berapa lama kira-kira waktu yang kita perlukan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, dan berapa lama waktu yang bisa kita gunakan untuk bermain atau berbincang dengan rekan kerja.


Keahlian manajemen waktu di tempat kerja dapat memiliki dampak positif pada pekerjaan dan kehidupan. Kita bisa tahu kapan waktu untuk fokus bekerja dan kapan waktu untuk tidak bekerja (seperti saat istirahat dan malam hari untuk me time). Belajar mengendalikan waktu membutuhkan jam terbang, serta kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. Dengan begitu, kita bisa mendapat kendali penuh atas waktu yang kita miliki.


4. Sempatkan Waktu Untuk Berolahraga

Olahraga dapat meningkatkan produktivitas di tempat kerja dan idealnya harus menjadi bagian dari rutinitas harian seorang pekerja. Kegiatan ini memang sering diabaikan oleh pekerja yang sibuk, karena ada asumsi yang menganggap bahwa olahraga adalah sesuatu yg melelahkan dan menambah beban setelah bekerja seharian.


Padahal, kita tidak perlu melakukan olahraga selama berjam-jam. Jika belum terbiasa, cukup lakukan aktivitas fisik selama 30 menit, kemudian iringi dengan mengonsumsi makanan sehat. Menurut sebuah penelitian di International Journal of Workplace Health Management,olahraga tidak hanya bermanfaat secara fisik, namun juga secara mental. Kestabilan pikiran kita akan terjaga, dan beban ketika bekerja pun akan lepas seusai berolahraga.


5. Luangkan Waktu Untuk Me- Time

Rahasia untuk menjaga work-life balance yang sempurna adalah selalu luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang benar-benar kita sukai. Terkadang, kita butuh memikirkan diri sendiri dengan cara bersenang-senang, memanjakan diri, pergi ke salon, menonton serial TV favorit, membaca buku,traveling, berbelanja, atau beristirahat dengan tidak melakukan apa-apa sama sekali.


Jika kita benar-benar mencintai dan peduli pada diri kita sendiri, kita akan meluangkan waktu untuk merawat kesehatan fisik dan mental kita. Dengan menyegarkan diri , maka rasa cinta pada diri sendiri akan lebih kuat, dan kita pun siap untuk menghadapi tantangan hidup yang lebih besar.


Nah, kalau kamu sudah melakukan kelima tips ini, dijamin kamu bisa terhindar dari burnout.

34 views0 comments

Recent Posts

See All