Search

Salahkah Jadi Karyawan Kutu Loncat?


"Headhunter dan Recruiter mempermudah aku pindah kerja!"

Jadi karyawan kutu loncat itu baik atau buruk? Masa new normal saat ini penuh dengan karyawan dan pencari kerja yang sibuk dengan kegiatan masing-masing: bekerja dan cari kerja. Selain minta bantuan Headhunter dan Recruiter, banyak juga yang menggunakan koneksi HRD untuk memenuhi kebutuhan nafkah rumah. Bahkan, ada karyawan ‘kutu loncat’! Tahu artinya?


Baca Juga: Nego Gaji Tinggi pas Masih Karyawan Baru!


Istilah ‘kutu loncat’ digunakan untuk karyawan yang sering pindah kerja dalam karirnya, hanya bertahan dalam 1 posisi selama 2-3 tahun (atau kurang) sebelum resign. Banyak yang bilang kalau mereka ini ‘gak loyal ke perusahaan’, ‘penakut’, dsb, tapi apa benar?


Untuk memahaminya, baca dulu sisi positif dan negatif karyawan kutu loncat di bawah…

Sisi Positif dan Negatif Karyawan Kutu Loncat


Sisi Positif Karyawan Kutu Loncat


1. Ambisius

Karyawan kutu loncat gak akan cepat puas dengan gaji dan insentif yang standar saja. Mereka akan selalu bergerak mencari kesempatan karir yang lebih baik, meski harus jungkir balik mencari lowongan kerja baru.


Jadi begitu mereka kerja 1-2 tahun dan gak ada kemajuan karir, langsung tancap gas bikin rencana cari kerja baru! Patut dipuji nih, kegigihannya!


2. Rajin

Namanya juga suka pindah, karyawan ini takkan ragu untuk belajar banyak hal agar bisa memenuhi kriteria pekerjaan baru mereka nanti. Gak ada kata ‘gak bisa’ atau ‘gak suka’; semua skill dan pengetahuan dijajal agar karir naik!


3. Gerak Cepat

Karyawan kutu loncat tak akan melewatkan kesempatan emas untuk jenjang karir lebih tinggi. Bukannya asal pindah begitu ditawari, tapi mereka tahu apa yang pantas diincar dan gak akan ragu untuk meraihnya!


4. Tidak Takut Opini Publik

Sadar kan, kalau artikel ini sering memakai istilah ‘kutu loncat’ yang terkesan negatif? Nah, karyawan tipe ini gak peduli hal remeh begitu! Karir nomor 1, orang mau bilang apa terserah!


5. Banyak Pengalaman

Karena sudah banyak menjalani pekerjaan yang mirip dan berbeda-beda, karyawan kutu loncat punya banyak pengalaman yang akan selalu jadi nilai plus di perusahaan mana saja!


6. Tujuan Mulia

Karyawan kutu loncat biasanya fokus pada karir bukan karena maruk, tapi demi kesejahteraan keluarga dan diri sendiri! Tanya dulu; jangan salah paham duluan, ya.

Sisi Negatif Karyawan Kutu Loncat


1. Materialistis

Kadang karyawan lutu loncat terlalu fokus pada karir, sehingga hanya melihat tawaran kerja dari angka gaji dan bonus. Aduh!


2. Kurang Tanggung Jawab

Sayangnya, tidak semua karyawan tipe ini mau menyelesaikan proyek mereka sebelum pindah. Ada sebagian yang mau enaknya saja, pindah secepatnya dan melemparkan tugasnya yang belum selesai ke orang lain.


3. Kurang Loyal

Walau umumnya mereka pindah karena tidak puas dengan jenjang karir, ada pula yang pindah hanya karena tidak senang dengan boss atau rekan kerja.


4. Spesialisasi Minim

Banyak pengalaman sih iya, tapi kadang jenis pekerjaannya terlalu banyak dan tidak ada kesamaan satu sama lain. Tahu banyak bidang, tapi tingkat keahlian masing-masingnya rendah.

Demikian sisi positif dan negatif kutu loncat! Bisa disimpulkan ‘sering pindah kerja’ itu boleh saja, selama dilakukan dengan niat baik dan penuh tanggung jawab. Asal kamu bisa begitu, tak seorangpun berhak mengkritik kamu sebagai ‘kutu loncat’!


Kirim CV dan Resume kamu ke Kessler Executive Search untuk pindah kerja dengan karir yang lebih baik. Fokus pada tujuan dan jangan pedulikan kata orang!


Sumber: kompasiana.com

130 views0 comments

Recent Posts

See All