Search

Rahasia Pemasaran Starbucks Untuk Mendominasi Kompetitornya


" Starbucks juga merupakan tempat bagi Headhunter bertemu dan meeting sama kandidatnya loh"


Siapa yang tidak mengenal Starbucks Coffee Shop? Perusahaan waralaba yang memiliki standar internasional ini berdiri sejak tahun 1987 lalu di Washington, Amerika Serikat. Starbucks sukses mengembangkan jaringannya hingga 16.120 gerai di 50 negara termasuk Indonesia, dan jumlah tersebut dipastikan akan selalu bertambah.


Dari sebuah kedai kopi kecil di Amerika Serikat menjadi sebuah perusahaan waralaba terkemuka di hampir seluruh negara di dunia ini tentunya mampu menggugah motivasi bagi bisnis-bisnis kecil. Sebenarnya, faktor kesuksesan utama dari kedai kopi Starbucks di Amerika adalah kecintaan rakyat Amerika terhadap kopi serta faktor lifestyle yang menganggap bahwa meminum secangkir kopi di pagi hari adalah suatu kebutuhan sehari-hari mereka. Kedai kopi yang dicetuskan oleh Starbucks yang pertama kalinya adalah untuk memberikan mereka tempat yang tenang dan nyaman untuk saling berkumpul satu sama lain, bersantai, atau beristirahat.


Kamu juga pasti penasaran bukan, masa hanya dengan berjualan kopi saja, perusahaan Starbucks bisa sangat maju dan terkenal? Nah, inilah tips dari strategi penjualan dari bisnis Starbucks Coffee yang dapat kita contoh:


1. Mengutamakan Kualitas Produk

Starbucks sangat menekankan pada kualitas produk. Meskipun memang dari segi harga, kopi Starbucks relatif lebih mahal dibanding dengan produk sejenis, kopi mereka sangatlah memuaskan konsumen dengan rasa dan aroma yang kaya dan lezat. Selalu ada resep, bahan, dan formula seperti cara meracik biji kopi pilihan yang menjadikan rasa dari kopi Starbucks berbeda dari brand kopi lainnya.


2. Memposisikan Dirinya Sebagai Rumah Ketiga

Sejak awal, Starbucks berfokus untuk menciptakan "rumah ketiga" bagi semua orang yang bepergian dari rumah dan tempat kerja. Starbucks bukan sekadar tempat untuk membeli secangkir kopi, melainkan sebuah tempat berkumpul untuk bersosialisasi dan berdiskusi, terutama bagi para pelajar dan para profesional muda. Pengalaman dan atmosfer yang unik dan menenangkan ini menjadi konsep yang menarik bagi perusahaan ini, sehingga konsumen merasa tertarik dengan Starbucks. Bukan hanya itu saja, bila kita bandingkan dengan perusahaan kopi lainnya, pegawai Starbucks mulai dari kasir sampai pelayannya sangatlah ramah dan murah senyum. Inilah yang membuat konsumen Starbucks merasa disambut hangat dan akhirnya mereka kembali lagi dan menjadi pelanggan tetap.


3. Inovasi

Dari tahun ke tahun, Starbucks dikenal dengan ide kreatif dan inovatifnya dalam menambahkan pilihan produk atau jasa. Mereka menambahkan rasa berbeda pada kopi mereka, menambahkan menu makanan, dan juga menjadi salah satu yang pertama dalam menyediakan fasilitas internet di gerai mereka. Mereka juga bukan hanya menjual kopi dan makanan saja, akan tetapi mereka juga membuat menu minuman lainnya seperti teh, jus buah, dan lainnya. Selain itu, mereka juga menambahkan dengan menjual merchandise dan barang-barang mereka, seperti tumbler, cangkir kopi, dan biji kopi. Hal ini juga dipercaya dapat meningkatkan kualitas produk dan penjualan mereka.


4. Pemilihan Lokasi

Dalam memilih lokasi, Starbucks bukan memilih berdasarkan demografis, lalu lintas, lokasi kompetitor, ataupun luas tokonya, akan tetapi Starbucks mengelompokkan toko-tokonya di area tertentu, sehingga membuatnya sangat mudah ditemui di jalanan kota. Sedangkan mindset kompetitor bisnis kopi lainnya justru menentang penempatan toko yang berdekatan, karena dapat memotong penjualan dari outlet yang ada.


5. "Gimmicks" ala Starbucks

Starbucks merupakan pionir dari penggunaan nama di dalam setiap gelas kopi. Itu merupakan salah satu cara agar mereka ‘dekat’ dengan para pelanggan mereka. Namun di beberapa kesempatan, para pegawai Starbucks kerap kali kecolongan karena penulisan nama yang salah.


Sebagai contoh, ada nama seseorang 'Fatty' yang memesan segelas kopi Starbucks. Masalahnya, yang didapatkannya adalah segelas kopi bernama ‘Fate’ bukan Fatty. Benarkah pegawai Starbucks salah dalam penulisan nama, atau mereka sengaja melakukan hal tersebut?


Melansir dari Daily Mail, ada sebuah teori yang menyatakan jika Starbuck ‘sengaja’ salah menuliskan nama dari para pelanggannya untuk mendapatkan iklan gratis. Teori tersebut dikemukakan melalui sebuah video dari Youtube di Channel Super Deluxe. Menurut mereka, kesalahan penulisan tersebut dilakukan agar para pelanggan mempostingnya melalui sosial media. Bayangkan, saat ini Starbucks mempunyai lebih dari 27 ribu cabang di seluruh dunia. Jika seorang di satu cabang memposting hal tersebut di Instagram, berapa banyak dari semua cabang? Itu yang dimaksudkan sebagai pengiklanan secara gratis.


Dikutip dari :

- 101 Branding Ideas - Akmal Musyadat Cholil.

- Strategi Pemasaran : Cara Starbucks Menjual Kopi Dengan Harga Mahal Tetapi Laku di Pasaran - Fery Andriawan.

208 views0 comments

Recent Posts

See All