Search

Pro dan Kontra Membangun Bisnis dengan Teman


"Gak perlu Headhunter. Gua sama sohib punya bisnis yang pasti sukses!" "...Yakin, boss?"

Membangun bisnis dengan teman itu dilema! Bisnis dengan teman itu adalah salah satu cara paling mudah untuk berwirausaha, terutama bagi kalian yang tidak memakai jasa Headhunter dan Recruiter untuk cari kerja!


Baca Juga: Merasa Dimanfaatkan Teman?


Sayangnya, membangun bisnis dengan teman itu justru bisa lebih ribet dibanding jadi karyawan perusahaan. Berikut pro dan kontra membangun bisnis dengan teman!

Pro dan Kontra Membangun Bisnis dengan Teman

PRO


1. Sudah Kenal

Karena sudah kenal dari dulu, pastinya rasa percaya di antara kalian sangat kuat. Tidak ada namanya curigaan, malu-malu, atau nego.


Kalian sudah tahu kepribadian masing-masing dan bisa mengatur jalannya bisnis serta pembagian peran dari itu. Gak pakai tes atau probation!


2. Mudah Komunikasi

Karena sudah saling kenal, kamu dan temanmu bisa berkomunikasi dengan lancar tanpa salah paham. Asyiknya lagi, kamu sudah tahu alamat rumah, alamat e-mail, nomor telepon, serta tempat hangout sehingga mudah ketemuan.


Baik itu meeting di rumah atau sekedar nelpon dan pesan singkat, kalian bisa saling mengerti. Gak ada deh janjian di kafe atau meeting kantor berjam-jam!


3. Gaji Mudah

Karena sudah tahu latar belakang ekonomi masing-masing, gaji bisa fleksibel. Apalagi pas baru memulai.


Pembagian keuntungan pun dilakukan tanpa ribet! Gak perlu main sikut-sikutan atau nunggu setahun buat naik gaji!


4. Cepat Memulai

Karena ini bisnis pribadi di antara kalian, tentunya tidak ada rasa canggung atau perlu membiasakan diri dalam kerjasama.


Selain langsung tahu siapa yang lebih cocok untuk tugas mana, kalian juga tidak akan segan untuk 100% serius dan cepat dalam bekerja. Namanya juga teman!

KONTRA

"HRD paling benci segala bentuk 'harga teman' dalam pekerjaan!"

1. Terlalu Percaya

Mungkin kamu atau temanmu berpikir, “Kan teman, jadi gapapa.” untuk hal serius seperti meminjam tabungan perusahaan. Yang lebih parah, teman atau kamu pun langsung membolehkan karena kalian teman!


Bukannya menuduh pencuri, tapi banyak hal dalam bisnis yang tidak boleh diputuskan atas dasar pertemanan atau kepercayaan saja.


Bagaimana kalau uang pinjaman itu vital untuk pengembangan usaha, lalu kamu/teman-mu tanpa sengaja menghilangkannya? Hal seperti ini harus berdasar logika dan jaminan, bukan perasaan.


2. Keuntungan Terbagi

Karena bisnis bersama teman, wajar kan kalau keuntungan terbagi? Tapi bagaimana kalau ternyata pembagiannya tidak adil atau ‘dirasa’ kurang adil?


Mungkin salah satu di antara kalian jadi sosok vital dalam bisnis melebihi yang lain, yang otomatis dapat bagian lebih.


Bagus kalau kalian membagi berdasar logika begitu, tapi kalau tidak? Kalau memaksa bagi rata karena ‘teman’? Ribut deh.


3. Tidak Cocok Berbisnis

Satu hal fatal yang dilupakan teman berbisnis: teman baik belum tentu rekan bisnis baik! Walau kamu selalu akrab dengan sohib dalam banyak hal, bisa jadi kalian tidak cocok sebagai rekan bisnis.


Misalnya kamu jago bisnis tekstil, tapi temanmu engga, jadi batal. Kalian suka makan, tapi sama-sama gak bisa bisnis kuliner. Dipaksain jalan, adanya rugi.


Bisnis itu usaha serius mencari laba, bukan ajang main dengan teman. Kalau tidak bisa saling sepakat dan kompromi (seperti orang asing) dalam usaha, jangan berbisnis bareng!


4. Persahabatan Jadi Taruhan

Dalam bisnis, pasti ada saja masalah dengan rekan usaha. Kalau tidak cocok, ya pisah. Toh kalau cuma mitra bisnis, bisa cari yang lain.


Tapi bisnis dengan teman? Kalau gagal, kalian bisa bertengkar hebat dan tidak jadi teman lagi! Karena dibangun dari pertemanan, jadinya tidak bisa cuek seperti pada orang asing.

Sekian pro dan kontra membangun bisnis dengan teman! Bisnis bareng teman boleh, tapi harus bisa profesional sedekat apapun kalian.


Kirim CV dan Resume ke Kessler Executive Search untuk lowongan kerja terbaru! Jangan sampai kehilangan teman karena duit, ya!


Sumber: kompasiana.com, liputan6.com

45 views0 comments

Recent Posts

See All