Search

PNS vs Swasta, Karir Mana yang Lebih Baik?


"Jadi PNS atau Karyawan Swasta? Headhunter mendukung apapun pilihanmu!"

Enakkan jadi PNS atau karyawan swasta? Sistem kerja dari rumah saat pandemi ini, membuat kita lupa waktu. Baik kita kerja atau cari kerja dengan jasa Recruiter dari Kessler, keputusan untuk jadi pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai swasta ada di tanganmu!


Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, jadi baca dulu di bawah~

PNS vs Swasta, Karir Mana yang Lebih Baik?


1. Gaji: Stabil vs Tinggi

Sebagai pegawai negeri sipil, kamu akan menerima gaji dari APBN dan APBD. Karena berasal langsung dari uang negera, nilainya tidak besar bila dibandingkan dengan gaji pegawai swasta.


Tapi karena dari negara, hakmu untuk mendapat gaji tetap beserta tunjangan sudah pasti.


Kamu juga akan mendapat gaji bulanan ke-13 dan 14 dalam setahun. Tidak memberimu gaji adalah pelanggaran hukum sipil yang bisa dihukum berat, jadi selama tidak ada inflasi kamu aman!


Sebaliknya, satu hal menggiurkan dari bekerja sebagai karyawan swasta adalah gaji tinggi. Walau kecil di awal, umumnya nilainya bisa lebih fleksibel (nego) dibanding PNS.


Memang tergantung kebijakan perusahaan, tapi selama kamu bersaing, gajinya jauh lebih besar dari PNS!


2. Naik Pangkat: Eskalator vs Manjat

Keuntungan terbesar PNS: kalau mau naik pangkat, cuma masalah waktu!


Begitu jadi PNS, jenjang karir kamu ke depannya jelas: kamu naik pangkat begitu memenuhi syarat, titik. Gak nunggu mood atasan bagus atau proyek berhasil.


Syarat umumnya adalah lama waktu mengabdi sebagai PNS, atau sekolah lagi di jenjang yang lebih tinggi.


Nah, karyawan swasta agak susah kalau mau naik pangkat. Memang gaji, jabatan, dan kuasa yang diterima lebih besar dari PNS… tapi persaingannya setengah mati!


Kamu harus mengadu skill, kesempatan, juga keberuntungan di perusahaan swasta. Ini masih dipersulit lagi oleh kondisi perusahaan dan karakter boss kamu. Pusing!


Baca Ini: Jurus Naik Jabatan!


3. Pensiun: Pasti vs Sukarela

Jaminan pensiun PNS di masa akhir jabatan itu 100%. Selama kamu memastikan adanya jaminan pensiun di kesepakatan kerja, begitu berhenti tinggal nikmati aja!


Karyawan swasta kena buntung soal pensiun. Pertama, ini tergantung perusahaan kamu itu kayak gimana. Kedua, kalaupun dapat jatah, umumnya jumlahnya sedikit dan tidak otomatis.


Sebagian kecil gaji kamu tiap bulan disisihkan sebagai ‘uang pensiun’ setelah berhenti. Selain jumlahnya kecil, ini sebenarnya hanya gaji yang terlambat.


Ini pun tergantung apa kamu rela gaji dipotong tiap bulan. Kesannya pelit, ya?


4. PHK: Mustahil vs Kapan Saja

Kerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) itu artinya mengabdi pada negara. Gak ada tiba-tiba kena PHK: kamu hanya berhenti di masa tua atau tidak bisa aktif lagi seperti militer.


Bukan berarti makan gaji buta, tapi resiko tiba-tiba dipecat itu 0%. Sebaliknya: kamu tidak bisa seenaknya resign. Mengabdi untuk negara itu sampai akhir hayat, lho?


Karyawan swasta bisa resign kapan saja, tapi selalu diintai bahaya PHK. Setiap pergolakan ekonomi, baik inflasi, distribusi, ekspor, impor, dll, membawa resiko dipecat mendadak.


5. Status Sosial: Bergengsi vs “Siapa Lo?”

Sesuai stigma masyarakat: jadi PNS itu status bergengsi yang bisa dibanggakan ke anak cucu, walau kenyataannya bisa beda.


Sebaliknya, karyawan swasta sulit dapat pamor. Kecuali perusahaanmu itu mendunia atau punya ciri khas, kamu hanya dianggap satu dari jutaan ‘anak kantor’ yang biasa saja. Apalagi kalau bidangnya tidak umum!

Sekian perbandingan PNS dan pegawai swasta! Kesannya mungkin PNS yang terbaik, tapi itu berarti pengabdian pada negara. Kalau suka tantangan dan kebebasan, lebih baik pilih karyawan swasta!


Baik jadi PNS atau pegawai swasta, Kessler Executive Search akan membantu laju karirmu kapan saja!


Sumber: liputan6.com

189 views0 comments

Recent Posts

See All