Search

Perbedaan PKWT dan PKWTT dalam Kontrak Kerja


"Kontrak kerja memang ribet, tapi kamu harus paham biar ga dirugikan!" -Kessler Executive Search

Apa itu PKWT dan PKWTT? Setelah dunia kerja kemarin dhebohkan dengan penetapan undang-undang baru untuk tenaga kerja, ada baiknya kita istirahat cari kerja sejenak. Bukannya berhenti ya, tapi untuk memahami soal PKWT dan PKWTT sebelum melamar (pakai jasa Headhunter dan Recruiter!).


Baca Juga: Kamu Pekerja Keras atau Workaholic?


PKWT adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, sementara PKWTT adalah Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. Singkatnya kontrak kerja yang menentukan apa kamu ini karyawan tetap (PKWTT) dan tidak tetap (PKWT) di suatu perusahaan.


Masih bingung? Saya juga! Lihat perbedaannya di bawah!

Perbedaan PKWT dan PKWTT dalam Kontrak Kerja


Batas Waktu Kerja

Ini yang paling gampang dibedakan ya; PKWT itu karyawan kontrak! Kontraknya terbatas, misalnya 6 bulan atau 1 tahun. Bisa diperpanjang, tapi itu keputusan nanti setelah habis.


Sementara, PKWTT itu selamanya (mungkin)! Bukan maksudnya kerja seumur hidup ya, tapi tidak ada batas kontrak bulanan atau tahunan. Kecuali ada kesepakatan untuk berhenti, karyawan bisa bekerja sampai akhir hayat.


PHK

Nah, mungkin ini bagian dari artikel ini yang paling ingin kamu tahu.


PKWT itu kan dibatasi waktu kontrak, jadi bebas ditetapkan kedua pihak tanpa perlu bantuan hukum. Entah batas waktunya habis atau alasan lain, tapi bisa ditentukan sendiri.


PKWTT sebaliknya; karena tidak ada batasan waktu jelas, PHK hanya bisa dilakukan bila ada alasan yang valid. Prosesnya pun tidak boleh dilakukan sendiri, tapi harus melalui lembaga (LPPHI).


Jadi bisa dibilang PKWT lebih rentan sama PHK, karena diperpanjang atau engga tergantung situasi dan kondisi (dan mood boss).


Uang Pesangon

Hal paling penting bagian 2! Soal kamu wajib dikasih pesangon atau engga oleh perusahaan, tergantung ini.


PKWT lagi-lagi kena apes, karena khusus untuk mereka… perusahaan tidak wajib kasih pesangon! Toh cuma karyawan kontrak yang waktunya ‘limited’, jadi mau kasih atau engga tergantung boss.


PKWTT lebih hoki, karena aturan mewajibkan pekerja tipe ini diberi pesangon dan aneka komisi sesuai aturan perusahaan. Kecuali untuk PHK khusus (karena kasus kriminal misalnya), wajib dikasih!


Masa Percobaan / Probation

Nah, salah satu perubahan besar dalam aturan kerja ya ini!


PKWT tidak boleh pakai masa percobaan! Karena sistemnya kontrak, langsung full kerja dan dapat gaji sesuai perjanjian, gak ada tapi.


Ini supaya banyak perusahaan hitam gak bisa seenaknya lagi dapat ‘tenaga kerja gaji super rendah’ dengan dalih masa percobaan.


PKWTT boleh menetapkan masa percobaan. Toh karyawan tetap yang gada batas waktu pastinya, harus dipastikan benar-benar memberi kontribusi!


Penulisan Kontrak Kerja

Untuk PKWT, kontrak kerja harus tertulis pakai huruf latin dan bahasa Indonesia. Ini supaya perusahaan bandel gak menipu calon karyawannya.


Kalau PKWTT, bisa kontrak kerja tertulis ataupun lisan. Karena sifatnya ‘ambang’, jadi harus dibicarakan baik-baik antar kedua pihak.


Ini supaya karyawan yang kurang kualifikasi atau hal lain bisa tetap bekerja tanpa terikat perjanjian yang memerlukan hal tertentu (misalnya orang tidak sekolah).


Registrasi

Karyawan PKWT wajib mendaftarkan pekerjanya ke lembaga resmi ketenagakerjaan, agar kedua pihak (perusahaan dan karyawan) bisa diawasi dan tidak menyalahi kontrak.


PKWTT tidak perlu mendaftarkan pekerjanya, dengan alasan sama. Intinya ini untuk membantu mereka yang kurang kualifikasi untuk kerja, jadi jangan disalahgunakan ya!

Sekian perbedaan PKWT dan PKWTT dalam kontrak kerja! Memang bikin bingung awalnya, tapi kalau sudah paham kamu bisa menjami karirmu gak akan terganggu kontrak!


Kirim CV dan Resume ke Kessler Executive Search untuk lowongan kerja yang tak akan menyalahi kontrak! Walau gak suka hal berbelit begini, tetap diperhatikan ya, supaya masa depanmu cerah!


Sumber: kompas.com, gadjian.com

180 views0 comments

Recent Posts

See All