Search

Apakah Kamu Punya Gejala Impostor Syndrome?


"Kessler Executive Search tidak akan melewatkan Impostor Among Us (di antara kita)!"

Apa itu Impostor Syndrome? Dunia kerja di masa new normal ini memang banyak sekali rintangannya, tapi masalah terbesar justru hal lain! Begini: kalau gagal karena malas atau kurang mampu sih biasa, toh memang salah sendiri. Tapi kalau gak salah apa-apa, tetap down? Walau Headhunter, Recruiter, HRD, boss, dan teman kerja gak marahin kita? Itu impostor syndrome! Bukan, bukan impostor di game Among Us. Kamu sus!


Baca Juga: Karir Kamu Mandek? Pasti Gara-Gara Boss!


Mungkin kamu pernah melihat atau mengalami sendiri: rasa bersalah dalam dunia kerja, walau kamu sebenarnya sukses. Ini disebut sindrom penipu atau impostor (imposter) syndrome, yang berbahaya bagi karir!


Baca pengertiannya di bawah ini ya, biar gak salah kaprah.

Impostor Syndrome adalah…


Merasa ‘Tidak Pantas’

Impostor syndrome bukan berarti pengidapnya adalah penipu, tapi MERASA sebagai penipu, walau kenyataannya tidak demikian.


Pengidap impostor syndrome sulit menerima keberhasilan apapun sebagai hasil kerja sendiri (terutama di dunia kerja). Segala hal positif yang diperoleh dianggap sebagai keberuntungan atau akibat orang lain, bukan karena diri sendiri.


Pengidap merasa dirinya lebih rendah dari orang lain dan ‘tidak pantas’ menerima kebahagiaan. Itulah Impostor Syndrome!


Bukan Penyakit Jiwa

Banyak yang salah paham, tapi Imposter Syndrome bukan gangguan kejiwaan. Orang menderita ini bukan dari keturunan genetis keluarga atau kelainan otak, tapi pengaruh lingkungan hidup.


Penyebabnya

Walau banyak variasi, imposter syndrome sering muncul di orang yang punya kepercayaan diri rendah, hidup di lingkungan keras, terpengaruh orang lain, atau gabungan ketiganya.


Umumnya pengidap penyakit ini tumbuh dengan sering dimarahi orang tua, dibully teman sekolah, atau dikelilingi orang-orang sukses. Karena sering disalahkan dan kalah prestasi, mereka tidak bisa percaya diri atau bangga pada apapun yang mereka lakukan.


Walau nantinya sukses, rasa rendah diri sudah tertanam begitu dalam di hati mereka sehingga sulit untuk diyakinkan kalau mereka sebenarnya berprestasi.

Gejala Impostor Syndrome


Mudah Cemas

Pengidap impostor syndrome selalu merasa cemas, seringkali tanpa alasan. Walau bekerja super teliti, mereka selalu merasa akan melakukan kesalahan nantinya.


Tidak Percaya Diri

Kelanjutan dari mudah cemas; meski kerja sudah bagus dan terbukti tidak ada kesalahan… pengidap penyakit ini punya 1001 cara untuk tetap menyalahkan diri sendiri atau melempar pujian pada orang lain.


Bukan karena pura-pura atau memancing pujian (narsis itu mah), tapi karena mereka 100% percaya itu bukan berkat usaha sendiri!


Frustasi Pada Kegagalan Sendiri

Selain selalu menolak pujian, pengidap punya kebiasaan menyalahkan diri sendiri. Kalau ada kesalahan dalam pekerjaan, mereka secepat kilat menyalahkan diri sendiri.

"Pengidap Impostor Syndrome selalu merasa salah. HRD yang baik akan membantu mereka!"

Sekalipun terbukti tidak salah, dalam hati mereka tetap merasa salah dan frustasi. Kalau orang lain salah, mereka segera memaafkan. Tapi kalau diri sendiri salah, mereka menghukum diri 100 kali!


Tidak rasional memang, tapi separah itulah rasa rendah diri mereka.


Standar Diri yang Tidak Masuk Akal

Salah satu penyebab mereka selalu menyalahkan diri adalah ekspetasi mustahil. Misalnya, si D adalah manajer dengan gaji ratusan juta. Si A, pengidap imposter syndrome, cuma karyawan biasa.


Agar si A bisa menerima pujian seperti si D, dia merasa harus jadi direktur dulu dan punya gaji milyaran! Kalau kurang dari itu, dia merasa ‘tidak pantas’.


Padahal si D sebenarnya egois dan dibenci bawahan, sementara si A baik hati dan disukai boss serta rekan kerja. Tapi si A tidak bisa melihat sisi positif dirinya sendiri… Hiks!

Sekian pengertian dan gejala impostor syndrome. Memang sulit menyembuhkan penyakit ini karena berasal dari hati, tapi tetap semangati dan buat mereka merasa berharga ya guys!


Kirim CV dan Resume ke Kessler Executive Search untuk lowongan kerja terbaru yang akan menghargai usahamu! Jaga karir dan juga mental kalian di dunia kerja!


Sumber: hellosehat.com

136 views0 comments

Recent Posts

See All