Search

Mengapa Karyawan Berbakat Tidak Berkembang?


"Kalau dulu aku minta bantuan Headhunter, karirku gak akan macet kayak gini..."

Karyawan berbakat kok karirnya mandek? Sebagai boss suatu perusahaan, pasti kita senang memiliki banyak karyawan berbakat. Pengetahuan luas, kemampuan tinggi, penampilan menarik. Kerja HRD dalam merekrut mereka tidak sia-sia! Namun selang beberapa waktu, karyawan berbakat ini tidak berkembang! Selain tidak naik jabatan, kontribusi mereka pun segitu-gitu aja. Padahal karyawan lain yang biasa saja sudah lebih baik, ada apa gerangan?


Headhunter dan Recruiter yang membantu mereka cari kerja pun bingung! Sejumlah hasil penelitian kami di bawah ini bisa menjawabnya…

Karyawan Berbakat Tidak Berkembang Karena…


1. Kurang Motivasi / Semangat Kerja

Pernah dengar istilah ‘brilliant, but lazy’ atau ‘pintar, tapi malas’? Ini penyebab utama mandeg-nya karir karyawan berbakat. Walau skill kerjanya tinggi, karyawan tipe ini malas.


Selain cepat bosan, dia kurang mau berkonsentrasi pada tugas, apalagi kerjaan kantor yang umumnya monoton. Alasan kenapa mereka malas macam-macam, tapi intinya selama kamu sebagai atasan / HRD tidak dapat menanggulangi, lebih baik pakai karyawan biasa yang rajin.


2. Gaji Tidak Sesuai

Penyebab kedua yang paling umum, pasti soal gaji. Lebih dari separuh karyawan berhenti karena alasan gaji rendah. Bagi karyawan berbakat ini lebih parah, karena bakatnya yang meluap tidak dihargai dengan pantas.


Akibatnya, mereka hanya akan bekerja seadanya dan tidak lebih. Bakat melimpah serta ide cemerlang akan disimpan sendiri, untuk perusahaan lain yang mau gaji lebih tinggi!


Tentu, bukan berarti kalau kamu naikkan gaji mereka semua akan beres. Pikirkan manfaat apa yang bisa perusahaanmu berikan untuk si karyawan berbakat, baik itu koneksi, pengalaman unik, jatah cuti, wisata kantor, dsb. Kalau tidak bisa, jangan heran kalau mereka malas atau resign.


3. Tidak Cocok Dengan Budaya Perusahaan

Semangat dan gaji sebesar apapun tidak bisa memaksa karyawan tinggal di budaya perusahaan buruk! Ini bisa berarti tempatnya atau lingkungan kerja, seperti kantor yang kotor, peralatan minim, lokasi jauh, dsb.


Ini juga merujuk pada aturan dan sistem kerja. Misalnya budaya kerja perusahaan kamu formal (jas rapi, rapat serius, korporat), tapi si karyawan ini terbiasa dengan gaya santai (baju bebas, rapat santai, kekeluargaan).


Walau skill kerjanya terjamin, dia kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja. Hasilnya, dia stress dan produktivitas kerjanya standar.


Baca Juga: Naik Jabatan Itu Caranya...?


4. Prospek Karir Rendah

Di luar gaji dan lingkungan kerja nyaman, karyawan ingin karir yang tinggi dan terus berkembang. Kalau perusahaanmu jarang memberikan promosi pada karyawan, mereka akan pindah haluan!


Tidak ada yang mau hanya mentok jadi manajer walau sudah kerja keras 5 tahun, bukan?


5. Nepotisme

Miris, tapi praktek nepotisme masih banyak terjadi di sejumlah perusahaan dan membuat karyawan berbakat hilang kesempatan. Di mana skill diabaikan karena ‘orang dalam’!


Sebutlah A manajer berbakat yang proyeknya selalu sukses, jadi dialah kandidat utama untuk naik pangkat jadi asisten direktur. Tapi si B yang karyawan baru itu cantik, jadi dia yang dapat.


Kebayang kan, gimana rasanya jadi si A?


6. Masalah Dengan Boss / Atasan / Rekan Kerja

Mirip dengan nomor 3, tapi merujuk pada orang tertentu saja. Mungkin awalnya si karyawan berbakat ini kerjanya oke, tapi tiba-tiba merosot karena ada konflik dengan rekan kerja atau atasan.


Kalau ini terjadi, segera ajak bicara dan cari solusi penyelesaian! Kalau berlarut-larut, dia akan hilang semangat atau malah resign!

Sekian penyebab karyawan berbakat tidak berkembang! Karyawan itu aset penting, apalagi kalau dia berbakat. Jaga mereka baik-baik bukan hanya demi perusahaan, tapi karir seorang individu hebat!


Kirim CV dan Resume ke Kessler Executive Search untuk lowongan kerja terbaru dengan prospek karir tinggi! Cari duit yang rajin, guys!


Sumber: kompas.com

104 views0 comments

Recent Posts

See All