Search

Kesulitan HRD dalam Rekrutmen Karyawan


"HRD, Headhunter, dan Recruiter MEMOHON supaya kamu jaga sikap saat interview."

Pernah merasakan kesulitan HRD dalam proses rekrutmen? Cari kerja itu sulit; Headhunter dan Recruiter paham banget soal itu… Tapi bukan berarti yang stress kamu aja, lho! Banyak calon karyawan dan lulusan sekolah atau S1 lainnya yang pusing cari kerja.


Puncaknya… yang merasa paling stress adalah HRD yang melakukan proses rekrutmen buat kamu! Jadi jangan sombong atau sok galak ke mereka ya; kemungkinan mereka juga capek dan stress kayak kamu.


Biar kita lebih toleran dan menghargai proses rekrutmen, mari pahami kesulitan HRD dalam rekrutmen karyawan berikut!

Kesulitan HRD dalam Rekrutmen Karyawan


1. Jumlah Kandidat Banyak

Hal pertama adalah jumlah kandidat yang bukan main banyaknya! Kecuali kamu perusahaan startup baru yang dapat 1 calon kandidat aja udah syukur, kamu bakal sibuk.


Kebanyakan perusahaan yang buka lowongan kerja, baik itu untuk posisi part-time atau full-time, akan minimal mendapat 50+ kandidat untuk satu posisi. Minimal 50 orang. Untuk 1 posisi.


Tentu yang umum terjadi adalah 100 lebih kandidat yang melamar untuk setiap posisi. Perusahaan sering membuka lowongan untuk 3-5 pekerjaan sekaligus, jadi jumlah kandidat bisa sampai 1000!


Jumlah ini bukan hanya menyulitkan HRD dari segi waktu, tapi juga dari segi teknis!


Di mana lokasi tes dan wawancaranya? Apa strategis dan bisa dijangkau kandidat? Apakah ruangannya cukup luas? Perlu berapa kursi dan meja? Apa pulpen dan kertasnya cukup? Konsumsi?


Semakin banyak jumlah calon karyawan, semakin lama kamu harus melangsungkan sesi rekrutmen, yang bisa sampai seminggu! Perlu keluar biaya berapa untuk itu semua? Sakit kepala, deh.


2. Proses Rekrutmen Ribet

Jumlah kandidat adalah faktor kesulitan luar, tapi ini internal. Banyak perusahaan menembak kaki sendiri dengan membuat aturan yang membuat proses rekrutmen jadi sulit (sengaja maupun tidak).


Contohnya, melaksanakan sesi wawancara dengan waktu mepet, karena ingin hemat biaya sewa ruangan. Staff HRD dan kandidat pun jadi buru-buru!


Contoh lain: memilih lokasi tes di pelosok jalan yang jauh, waktu wawancara yang berbeda tiap kandidat, keharusan memakai baju atau membawa alat yang mahal untuk tes, dsb.


Kalau ini terjadi, para fresh graduate dan kandidat lain akan merasa kalau HRD ingin mereka gagal.


Baca Ini Deh: Tips Memilih Kandidat yang Tepat!


3. Pendataan Kandidat

Karena jumlah kandidat banyak, mendatanya dalam dokumen excel dan server perusahaan akan sulit! Ditambah adanya faktor lain seperti tipe tes, tipe posisi, pewawancara, dsb.


Belum lagi tumpukan CV dan Resume yang diterima, baik itu fisik atau digital. Bayangkan kalau ada data yang hilang di segala kesibukan ini. Hadeeehh.


4. Mendapat Kandidat yang Cocok

Selancar apapun proses tes dan interview kerja, keberuntungan tetap berperan besar dalam mendapat karyawan yang tepat.


Biar hasil tes dan interview sempurna, bisa jadi si kandidat punya masalah perilaku. Atau kebetulan gak cocok sama karyawan senior. Atau punya niat gak baik. Dll. Kalau kejadian, harus ulang dari nomor 1.


Ini rekrutmen atau gacha? Ampas mulu.


5. Jadwal Interview Terbatas

Tentu banyak interview yag gagal karena masalah ini dan itu, tapi HRD tidak bisa seenaknya membuat interview baru. Biaya mahal, waktu terbatas, dsb membuat HRD seringkali harus berhasil di kesempatan pertama.


Banyak kasus di mana perusahaan urgent butuh karyawan, jadi kebayang kan kalau harus menjadwal ulang tes/interview berkali-kali dengan jadwal perusahaan yang padat?

Sekian kesulitan HRD dalam rekrutmen karyawan! Bersikap sopan saat datang tes dan interview kerja ya; kasihan HRD dan perusahaan yang capek-capek merancangnya.


Kamu kesulitan hire orang? Segera hubungi Kessler Executive Search sekarang!


Sumber: logique.co.id

118 views0 comments

Recent Posts

See All