Search

Kamu Lebih Cocok Jadi Boss atau Karyawan?


"Antara jadi Boss atau Karyawan, Headhunter bisa memberimu saran yang tepat!"

Apa kamu cocok jadi boss? Semua orang yang kerja atau cari kerja lewat jasa Recruiter pasti pernah terpikir: “Gimana rasanya jadi boss?”


Mungkin kamu yang di posisi manajer merasakan rasanya punya bawahan, tapi kalau jadi boss paling atas, CEO? Pasti asyik dong, dengan gaji tinggi dan hak bebas ngapain aja?


Salah! Jadi boss itu gak selalu enak, dan kadang bukan masalah kemampuan, tapi kecocokan. Kamu lebih cocok jadi karyawan atau boss? Baca perbandingannya di bawah sebelum memutuskan, ya!

Kamu Lebih Cocok Jadi Boss atau Karyawan?


1. Mengarahkan vs Diarahkan

Kalau menjadi boss, kamu harus menjadi sosok pemimpin. Bukan, bukan asal teriak dan ngasih perintah!


Sebagai boss, kamu harus membuat rencana masa depan perusahaan, baik dalam jangka pendek 1-2 bulan ke depan, hingga jangka panjang 2-3 tahun ke depan.


Setelahnya, kamu membagikan tugas ke karyawan yang tepat dan memberi arahan jelas agar segala proses kerja berjalan mulus.


Orang pikir jadi boss itu bebas ngapain aja. Salah! Imbalan gaji dan haknya sangat besar, tapi kalau ada masalah, semua jadi tanggung jawabmu!


Jadi karyawan tugasnya lebih ringan, menjalankan tugas jabatannya sesuai instruksi boss. Kamu memang disuruh-suruh mulu, tapi gak perlu repot mikirin hal lain di luar tugas.


Jadi boss memang bebas ngatur dan dapat untung besar, tapi repot mikirin perusahaan teruss. Jadi karyawan harus patuh dan gajinya kecil, tapi bebannya juga ringan. Kamu lebih suka mana?


2. Resiko vs Aman

Jadi boss itu ibarat high risk-high reward: untungnya besar, tapi resiko juga besar. Kalau usaha berhasil, keuntungannya bebas kamu bagi dan pakai sesuka hati.


Tapi kalau perusahaan bangkrut, kerugiannya harus ditanggung boss sendiri! Toh usahanya kamu yang bikin, jadi percuma menagih hutang pada mantan karyawan.


Baca Juga: Jangan Takut, Lawan Boss yang Semena-Mena!


Sebaliknya, jadi karyawan itu lebih aman daripada boss. Kalau dapat gaji dan posisi tinggi, bagus! Kalaupun resign atau dipecat, kamu tinggal cari kerja baru di situs Kessler atau pakai jasa Headhunter.


Kalau perusahaan bangkrut, sebagai karyawan biasa kamu hanya kehilangan pekerjaan. Bebas cari kerja lagi, tanpa resiko dikejar penagih hutang!


3. Tingkat Tanggung Jawab

Orang pikir kalau udah jadi boss berarti tinggal santai nikmatin duit masuk. SALAH! Jadi boss itu kerjanya banyak (baca nomor 1), dan kalau ada masalah, harus turun tangan sendiri.


Kalau karyawan, tugasnya sesuai jabatan saja dan gak lebih. Di luar jam kerja, boss sekalipun gak berhak waktu ganggu santai kamu.


4. Luasnya Jaringan

Jadi boss itu harus membangun kerja sama dengan perusahaan lain. Suka atau enggak, kamu harus rajin bergaul sana-sini supaya koneksi bisnis meluas dan masa depan perusahaan terjamin.


Sebagai karyawan, koneksi penting hanya di lingkup kantor saja. Kecuali kamu HRD atau wakil perusahaan yang harus rapat sana-sini, kamu bebas mau jadi penyendiri atau sosialita.


5. Menyalahkan vs Disalahkan

Jadi boss itu enak karena bisa nyalahin karyawan- eh, bukan. Jadi boss itu harus tegas dan siap bertindak agar karyawan disiplin. Gak boleh lembek atau kelewat kalem!


Sebaliknya, jadi karyawan identik dengan disalahin mulu. Kamu harus tabah dimarahi boss, walau mungkin kamu gak salah. Apa kamu orang yang sabar?


Sekian perbandingan jadi boss dan karyawan! Jangan jadi boss kalau cuma mau enaknya aja, dan jangan puas jadi karyawan karena malas. Yang mana yang lebih cocok untukmu? Itu yang terpenting!


Mau cari kerja? Kirim CV ke Kessler Executive Search untuk kesempatan karir lebih tinggi!


Sumber: kompas.com

107 views0 comments

Recent Posts

See All