Search

Ciri Persaingan Bisnis Tidak Sehat


"Persaingan bisnis tidak sehat ini menjadi momok HRD!"

Persaingan bisnis tidak sehat harus dihindari! Gak terasa dunia bisnis kita yang dulu sederhana, jadi kompleks dengan segala bentuk transaksi fisik dan digital! Buat kalian yang kerja dan cari kerja pakai jasa Headhunter, mungkin pernah dengar soal persaingan bisnis tidak sehat…


Seperti apa, dan bagaimana cara mengatasinya? Tunggu, tidak perlu repot mikir jadi pahlawan dulu. Cukup kenali ciri-cirinya saja, agar kamu bisa menyikapi sesuai keadaan atau menghindar.


Baca Juga: Bisnis Bareng Temen?


Ingat, kesejahteraan diri sendiri dan keluarga tetap nomor 1! Dalam kondisi sulit pandemi Corona dan banjir saat ini, belum saatnya kamu mengkhawatirkan orang lain.


Jadi kenali ciri persaingan tidak sehat berikut, lalu hindari, oke?

Ciri Persaingan Bisnis Tidak Sehat


1. Memalsukan Merek

Umumnya alasan seseorang atau satu pihak perusahaan bersaing tidak sehat adalah karena tidak mampu bersaing dengan kompetitor.


Salah satu tindakan curang yang mudah terpikir oleh semua orang adalah menyamakan merek dengan pesaing!


Dengan membuat nama merek yang mirip dengan pesaing sukses (contoh: Acua meniru Aqua), para konsumen akan salah mengenali dan membeli produkmu!


Tentu ini cara curang yang tidak etis dan bisa dibawa ke meje hijau, tapi sulit dihentikan karena banyak cara untuk berdalih! Misalnya mengganti nama berkali-kali, atau meniru desain logo.


2. Iklan Bohong

Iklan di televisi, koran, majalah, dsb memang bervariasi, tapi umumnya tidak 100% benar. Meski begitu, iklan tidak boleh kebanyakan bohongnya, atau konsumen bisa protes dan menuntut.


Misalnya, untuk iklan hamburger super besar, terpampang gambar hamburger besar dengan isi daging steak setebal 5 cm.


Tapi produk aslinya agak berbeda! Hamburgernya 1-2 cm lebih kecil, dan daging steaknya hanya setebal 4 cm. Memang beda, tapi cuma sedikit dan tidak jadi masalah.


Namun persaingan tidak sehat itu benar-benar bohong dalam iklan! Misalnya iklan mie ukuran jumbo dengan ekstra telur. Tapi aslinya mie ukuran kecil dan gak ada telurnya!


Semua itu demi mendapat keuntungan besar dengan produk minimalis! Gak baik, jangan ditiru!


3. Monopoli Hak Dagang

Cara lain ampuh untuk bersaing tidak sehat adalah mematikan pesaing!


Kalau caranya benar seperti bersaing kualitas produk sih gapapa, tapi persaingan bisnis tidak sehat itu pakai cara curang! Misalnya, praktek monopoli!


Cara monopoli memakai hal di luar kualitas produk, seperti hak dagang.


Entah itu lokasi pasar atau toko, perusahaan bisa membeli hak berdagang di sana agar pesaing tidak bisa masuk.


Kalau cuma kamu penjualnya, orang terpaksa beli kan? Kalau pesaing gak bisa jualan, otomatis kalah meski produknya lebih bagus, kan? Curang banget!


4. Harga Ekstrim

Cara lain untuk mematikan kompetitor bisnis adalah manipulasi harga.


Sebutlah produkmu kualitas rendah, tapi bisa dibeli dengan harga murah akibat suap atau ancaman. Terus kamu jual dengan harga super murah!


Selain membuat pesaing mati, ekonomi pasar bakal kacau. Egois!


5. Sabotase

Cara mudah menyingkirkan pesaing ya, sabotase! Kempeskan kendaraan delivery mereka, bakar gudang barang mereka, dsb… Jahat!


6. Catut Karyawan

Pengen formula rahasia Krabby Patty atau rahasia lain pesaing?


Catut aja karyawannya! Iming-imingi gaji tinggi, hak istimewa, bonus, dsb, supaya mereka pindah kerja ke tempatmu, kasih rahasia pesaing, dan jadi budakmu! Licik…

Sekian ciri persaingan bisnis tidak sehat! Kalau melihat praktek semacam itu, jauh-jauh ya? Cari partner bisnis lain aja!


Perlu bantuan berbisnis secara sehat? Kessler Executive Search asisten terbaikmu~


Sumber: dosenekonomi.com, liputan6.com

449 views0 comments

Recent Posts

See All