Search

Ciri-Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat


"HRD yang baik tidak akan membiarkan karyawan kelelahan begini."

Lingkungan kerja tidak sehat membahayakan karyawan! Tantangan dunia kerja selalu mengusik para pekerja dan pencari kerja yang rajin memakai jasa Recruiter. Entah karena boss ototriter atau rekan kerja egois, pekerjaan kantor pun tersendat-sendat!


Kadang masalah kantor seperti boss, rekan kerja, gaji, dll sebenarnya kecil dan tidak terlalu mengusik kehidupan kita. Tapi, bagaimana kalau masalah kecil itu bersatu dan membuat lingkungan kerja kamu tidak lagi sehat?


Sadari dari ciri-ciri lingkungan kerja tidak sehat ini, sebelum terlambat!

Ciri-Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat


1. Tidak Ada Demokrasi

Semua struktur kerja perusahaan berasal dari atas: sang boss atau CEO. Jadi kalau pemimpin bersikap egois, sudah pasti lingkungan kerja sehat tidak akan tercipta.


Contoh yang paling umum dan gamblang adalah sistem otoriter atau diktator. Segala sesuatu itu sesuai keputusan boss seorang, bukan yang lain.


Walau ada rapat atau semacamnya, masukan dari manajer dan karyawan dinilai sangat kecil harganya. Sebaliknya, ide serta arahan dari sang boss sangat dominan dan selalu dipilih. Karyawan tidak bisa memberi masukan apapun dan hanya bisa patuh.


Hal ini sangat berbahaya, karena kuasa satu orang sangat mudah disalahgunakan. Ini hanya akan berujung pada lingkungan kerja buruk, di mana semua karyawan takut bersuara dan hanya bisa diam.


Tidak adanya komunikasi dan musyawarah adalah langkah awal perpecahan di lingkungan kerja!


2. Birokrasi Ribet

Salah satu bentuk penyahgunaan kekuasaan oleh atasan yang lain adalah… birokrasi ribet!


Atasan hanya peduli pada kebijakan yang memberi keuntungan personal, jadi birokrasi hanya merespon kebutuhan egois tersebut.


Untuk sekedar meminta persetujuan pembelian alat kerja yang penting sekalipun (meja, kursi, komputer, dll) sangat sulit dan memakan waktu lama, walau sudah terbukti penting.


Segala proses birokrasi lainnya pun jadi lamban dan tidak efisien, seperti permohonan cuti, izin sakit, pendirian divisi baru, mutasi karyawan, dsb.


Selama orang yang egois yang memegang birokrasi, prosesnya bisa diatur sesuai kemauan pribadi mereka. Akibatnya, segala proses kerja jadi terhambat dan membuat lingkungan kerja jadi buruk.


Bagaimana bisa bekerja, kalau sedikit-sedikit kamu harus menunggu proses administrasi yang gak jalan-jalan?


Dibaca ya...: Ciri-Ciri Boss Toxic!


3. Pilih Kasih

Sering terjadi para karyawan tertentu (penjilat atau favorit) diperlakukan dengan baik sementara yang lain diabaikan. Pilih kasih yang dilakukan atasan ini akan menghambat kerja perusahaan.


Lingkungan kerja jadi tidak sehat karena perlakuan khusus itu menciptakan rasa iri dan persaingan kotor antar karyawan!


4. Nggak Ada Istirahat

Seperti birokrasi sulit tadi, perusahaan yang buruk tidak memandang karyawan sebagai manusia yang butuh istirahat.


Dengan dalih ‘demi kepentingan bersama’, perusahaan akan mempersulit izin cuti, membuat hari libur jadi hari kerja, atau memaksa karyawan lembur.


Tujuannya? Supaya mereka dapat jam kerja maksimal tanpa menambah gaji karyawan! Sudah jelas ini akan menciptakan lingkungan kerja tidak sehat di mana semua karyawan kelelahan, sensitif, dan mudah jatuh sakit.


5. Politik Kantor

Tidak jarang ada orang yang pandai mamanipulasi informasi dan rekan kerja untuk membuat faksi politik di perusahaan, demi merebut jabatan tinggi serta kekuasaan.


Fokus perusahaan pun ada pada kegiatan saling menyikut, menjilat, dan suap. Lingkungan kerja tanpa usaha jujur sudah pasti tidak nyaman ditinggali.

Sekian ciri-ciri lingkungan kerja tidak sehat! Kalau kamu tidak mencari solusi, lebih baik resign sebelum ikutan sakit!


Lebih baik cari kerja baru sama Kessler Executive Search: jasa Headhunting terbaik di Jakarta untuk karir kamu!


Sumber: liputan6.com

307 views0 comments

Recent Posts

See All