Search

Ciri-Ciri Investasi Bodong


"Awas ketipu! Headhunter menyarankan kamu cari info dulu."

Investasi bodong bikin rugi! Apa kabar, jobseekers favorit Kessler? Sibuk kerja dan cari kerja pakai jasa Recruiter? Nyari duit setiap hari bikin capek! Rasanya pengen duit ngumpul dengan duduk di rumah…


Ini mungkin, lho! Dengan investasi bisnis di berbagai bidang (saham, trading, dsb), kita bisa mendapatkan uang tambahan di rumah aja! Perlu banyak belajar, tapi nanti tinggal tunggu hasilnya!


Namun karena terkesan mudah, banyak orang kena penipuan investasi. Biar gak kena, kenali ciri-ciri investasi bodong di bawah ini!

Ciri-Ciri Investasi Bodong


1. Untung Besar dalam Waktu Singkat

Bisnis macam apapun, termasuk yang ‘tinggal nunggu’ seperti investasi, gak jadi begitu saja.

Segala sesuatunya butuh proses, gak ada yang instan kalau mau hasil banyak. Jadi kalau ditawari investasi bisnis ‘untung besar cepat’, pasti bohong.


Toh kalau semua orang gampang untung cepat, gak bakal ada yang susah! Tanyakan secara detil: gimana caranya bisa secepat itu?


Apa rencana investasinya unik, atau ada program khusus? Kalau tidak ada alasan kuat bagi investasi itu untuk untung besar dengan cepat, berarti penipuan!


2. Minim atau Tidak Ada Resiko

Seperti penipuan uang lainnya, investasi bodong nyaris tidak memiliki resiko.


Hukum bisnis itu umumnya semakin menguntungkan, semakin beresiko. Kalaupun untungnya besar dan resikonya minim, pasti ada kesulitan lain yang harus dihadapi.


Nah, kalau tempat investasi dengan entengnya bilang ‘untung besar, gak ada resiko’, patut dicurigai!


Bisa jadi pihak sana menyembunyikan resiko dan hanya menyebut keuntungannya saja, agar kamu dan orang lain mau investasi tanpa pikir panjang.


Cari tahu sedetil-detilnya soal resiko dan ketentuan investasi yang kamu pilih! Kalau tidak ada info atau mereka menghindar saat ditanya, berarti investasi bodong!


Baca Deh: Ciri Perusahaan dengan Budaya Toxic!


3. Tidak Terdaftar di OJK

Segala badan investasi di negara, kecil atau besar, harus terdaftar di lembaga pemerintah, yakni Otoritas Badan Keuangan atau OJK.


Hanya dengan mendaftar di OJK lah badan keuangan bisa mendapat izin operasi dan mulai berbisnis. Jadi bukan asal nerima klien ya; itu ilegal!


Bisnis investasi umumnya memajang izin operasional mereka di lobi pintu masuk agar semua calon investor bisa melihatnya.


Kalau tidak ada, coba minta izin untuk melihat izin operasi dari OJK tersebut. Umumnya sudah dipigura dan dipajang, jadi kamu akan dituntun ke kamar yang ada izin tersebut.


Bila mereka menolak, patut dicurigai! Kalaupun tidak menipu, bisa jadi badan investasi mereka beroperasi tanpa izin. Kamu bakal kena sanksi kalau investasi di situ, jadi jangan!


4. Penjelasan Ambigu

Seperti izin dan keuntungan tadi, semua ada prosesnya. Badan investasi yang benar tidak akan ragu menjelaskan proses investasi dari awal sampai akhir.


Mulai dari tahap setor dana, menunggu bunga, mengecek tarif, biaya administrasi, dsb. Kalau mereka malas menjelaskan atau ambigu, kemungkinan punya niat jelek!


5. Mencatut Nama Artis atau Orang Terkenal

Trik lama: memajang nama artis atau tokoh politik terkenal sebagai ‘mantan klien’ di lobi masuk, dalam ukuran besar, agar semua orang lihat.


Kalaupun benar ada orang terkenal yang pernah berbisnis di situ, paling hanya satu atau dua. Jadi jangan main percaya begitu melihat foto artis idolamu, ya~

Demikianlah ciri-ciri investasi bodong! Penipuan uang macam ini ada di mana-mana, jadi cari info yang banyak sebelum berkunjung ke kantor-kantor bisnis!


Kirim CV dan Resume kamu ke Kessler Executive Search sekarang untuk karir yang cocok buatmu!


Sumber: merdeka.com

30 views0 comments

Recent Posts

See All