Search

Ciri-Ciri Budaya Perusahaan yang Baik Untuk Karyawan


"Budaya perusahaan sehat adalah impian Headhunter, Recruiter, dan kamu."

Budaya perusahaan yang baik itu apa!? Dunia kerja memang selalu ramai, baik yang cari kerja dengan jasa Headhunter dan Recruiter, yang sudah kerja dan ingin naik jabatan, dsb. Masalah di laju karir bisa muncul dari mana saja, tapi budaya perusahaan paling menentukan!


Baca Juga: Fresh Graduate Mana Suaranya...!?


Rasa khawatir nomor 1 fresh graduate: apakah budaya perusahaan yang akan mereka jadikan tempat kerja itu sehat dan nyaman untuk pengembangan karir…? Sekarang gak perlu bingung lagi, cukup cek saja apakah ada minimal 3 ciri-ciri di bawah ini!

Ciri-Ciri Budaya Perusahaan yang Baik Untuk Karyawan


1. Visi dan Misi yang Jelas

Budaya perusahaan yang baik dimulai dari visi dan misi yang stabil. Perusahaan apa ini? Apa tujuannya, dan bagaimana mencapainya?


Tentu tujuan semua perusahaan adalah menghasilkan uang, tapi tanpa prinsip dan metode yang jelas, akan mudah goyah. Sistem dan aturan perusahaan akan berubah sedikit-sedikit sesuai zaman, tapi tidak boleh drastis.


Itu bukan fleksibel, tapi plin-plan!


2. Status Karyawan Aman

Zaman sekarang di mana UU tenaga kerja sudah diperbarui, masih saja ada perusahaan yang berkelit mencari keuntungan dari status pegawai.


Sering dengar kan, ada karyawan dengan status ‘tidak tetap’ yang digaji kecil karena ‘masa percobaan’, lalu setelah tetap pun gaji hanya naik sedikit atau langsung diberhentikan?


Budaya perusahaan ini tidak sehat, karena memperlakukan karyawan sebagai alat murah yang bisa diganti setiap saat. Mungkin mereka menghemat biaya, tapi turnover rate yang tinggi akan memperburuk citra perusahaan.


No, budaya perusahaan yang baik akan tegas dengan status karyawan. Kontrak 6 bulan? Cek. Tetap? Cek. Gak neko-neko, karena perusahaan baik tahu: karyawan itu aset paling berharga!


3. Komunikasi Terbuka

Budaya perusahaan otoriter di mana kuasa boss mutlak dan karyawan tidak boleh menolak paling ditakuti fresh graduate, karena sudah ‘jadi kebiasaan’.


Budaya perusahaan yang baik itu demokratis seperti Pancasila: orang bebas berpendapat. Keputusan atau perubahan apapun didiskusikan dalam rapat, di mana semua masukan akan ditimbang baik-buruknya lalu dipilih, bukan punya Boss saja.


4. Lingkungan Kerja Sehat

Budaya perusahaan tentu terkait erat dengan lingkungan kerja fisik dan mental. Fisik berarti lokasi kantor strategis, ruang bangunan bersih dan teratur, tanaman hijau untuk sirkulasi udara, dsb.


Lingkungan kerja mental berarti norma kehidupan sehari-hari di kantor. Budaya mental yang buruk adalah membiarkan gosip, main belakang, serta fitnah berlangsung bebas.


Budaya mental yang baik itu mendorong kerja sama, bersaing sehat tanpa main belakang, memberi pujian dan hukuman dengan adil, dsb.


5. Evaluasi Adil

Salah satu efek turunan dari budaya otoriter adalah penilaian berat sebelah, di mana pendapat boss adalah segalanya, sisi positif diabaikan, sisi negatif dibesar-besarkan.


Tapi budaya perusahaan yang baik adalah evaluasi kerja adil! Semua input karyawan, baik maupun buruk, ditimbang tanpa bias dari atasan, lalu diberi kompensasi.


6. Konsisten

Pasti banyak yang pernah ngalamin: si boss bilang A, tapi pas ada masalah ngakunya B. Hadeeeh! Sabar, kita semua juga kesel kok.


Boss yang baik itu konsisten dengan aturan perusahaannya sendiri, juga perkataannya pada karyawan. Kalau memang salah ya salah, jangan berkelit!


Toh semua budaya di atas takkan berarti bila boss, manajer, serta karyawan saling melempar kesalahan atau selalu mengubah perkataan.

Ciri-ciri budaya perusahaan sehat selesai! Kesannya muluk-muluk, ya? Tapi jangan malu untuk melakukan hal yang benar!


Kirim CV dan Resume ke Kessler Executive Search untuk lowongan kerja dengan budaya kerja sehat! Jangan terbawa budaya kantor gak sehat ya, tetaplah jadi diri sendiri!


Sumber: actconsulting.co

161 views0 comments

Recent Posts

See All