Search

Cara Menjaga Hubungan Baik Setelah Resign


"Kessler Executive Search akan cariin kamu kerja baru setelah resign, jadi pamitan baik-baik!"

Setelah resign, hubungan baik harus dijaga! Walau aneh, tapi resign di masa new normal sulit ini boleh-boleh aja kok. Memang kita perlu mencari nafkah, tapi bukan berarti gak boleh cari kerja baru lewat jasa Headhunter dan Recruiter. Mungkin gaji kamu kurang, atasan dan rekan kerja kamu bikin sakit hati, lingkungan kerja gak kondusif, dll… Apapun alasannya, boleh kok resign. Tapi tetap menjaga hubungan baik setelah resign itu penting.


Baca Juga: Cari Kerja pakai Headhunter itu Gampang!


Mungkin kamu orangnya gak pandai bergaul, apalagi sama teman yang udah gak satu kantor lagi dan tinggalnya jauh. Tapi menjaga hubungan baik itu penting, meski cuma telponan atau kirim pesan Whatsapp. Selain sopan, ini akan menetukan karir baru kamu nanti. Berikut kami bagi tips cara menjaga hubungan baik setelah resign…

Cara Menjaga Hubungan Baik Setelah Resign


1. Pemberitahuan

Namanya resign, pasti perlu memberi tahu atasan dan menyelesaikan segala prosedurnya secara formal. Setelah ini, jangan lupa untuk memberi tahu rekan kerja kamu soal ini. Lakukan di tengah kesibukan kamu mengurus prosedur resign, agar tidak membuang waktu.


Teman kerja berhak tahu soal kepergianmu, jadi jangan tiba-tiba menghilang tanpa permisi, ya. Berterima kasihlah atas bantuan mereka selama ini!


2. Tentukan Metode Komunikasi

Supaya bisa menjaga hubungan, pastikan rekan kerja kamu punya cara menghubungi kamu, baik lewat telepon, whatsapp, e-mail, dll.


Setelah keluar kantor nanti, ingatlah untuk mengabari mereka sekali-sekali untuk menjaga relasi. Terutama untuk memberitahu tempat kerja barumu!


3. Bersikap Positif

Apapun alasannya, resign itu pasti gak enak. Walau sedih karena harus cari kerja baru dan meninggalkan teman kerjamu, jangan cemberut.


Tersenyumlah, supaya atasan dan rekan kerja merasa tenang saat kamu pergi dan tetap mau menjalin relasi di masa depan.


4. Jelaskan Alasannya Secara Objektif

Apapun alasan kamu resign, jelaskan kepada atasan (saat mengajukan resign) dan rekan kerja (setelahnya) secara objektif. Kalau alasannya ‘kurang enak’ seperti gaji kurang atau ada masalah sama boss, gunakan alasan lain.


Bukannya menyuruh kamu bohong, tapi sebaiknya tidak menyebutkan hal yang akan meninggalkan kesan buruk atau menimbulkan salah paham.

"Gua dapet kerja baru dari Headhunter, bro!" "Sip! Ajak gue makan-makan dekat kantor baru lu, ya!"

Gunakan alasan yang masih termasuk faktor kamu resign, semisal lokasi kerja yang kurang ideal. Dengan begini, teman-teman kerja lama kamu tidak akan segan menghubungi dan ngajak hangout di masa depan.


5. Bantu Pengganti Kamu

Posisi kerja kamu akan kosong setelah proses resign selesai, tapi bukan berarti kamu asal lepas tangan ya. Tidak ada salahnya kamu mengajukan sendiri penggantimu, lalu membantunya untuk beradaptasi dengan tanggung jawab lama kamu.


Dengan berperan sebagai ‘guru’ yang mewariskan posisi ke teman kerja, kamu akan terlihat profesional. Ini akan meninggalkan kesan baik dan membantu pekerjaan baru kamu serta relasi dengan mantan teman kerja.


6. Bekerja Keras Sampai Akhir

Walau pengganti sudah ada, bukan berarti semua-muanya langsung diserahkan ke dia dan kamu tinggal nyantai, ya! Tetap kerjakan tugasmu sampai saat ini, karena toh masih nunggu hari H saat resmi resign.


Ini supaya kamu terlihat profesional dan bisa ngobrol dengan karyawan lain seperti biasa sebelum keluar perusahaan.

Sekian tips dan trik kami untuk 6 cara menjaga hubungan baik setelah resign! Biar gak kerja di situ lagi, pastikan hubungan kamu dengan boss dan karyawan tetap langgeng, supaya gak jadi poin minus di tempat kerja baru nanti!


Kirim CV dan Resume kamu ke Kessler Executive Search supaya cepat dapat kerja setelah resign!


Sumber: okezone.com

112 views0 comments

Recent Posts

See All