Search

Cara Mengkritik Atasan Tanpa Diomeli!


"Kalau aku minta bantuan Headhunter, gak akan kesulitan kritik si Boss kayak gini!"

Kritik ke bos itu ada caranya…! Yang namanya bekerja, pasti tidak selalu menyenangkan. Apalagi di masa new normal ini, di mana Headhunter dan Recruiter sibuk membantu para calon karyawan cari kerja. Untuk para karyawan yang sudah (atau masih) bekerja, masalah yang timbul itu klasik: boss! Seringkali boss itu tidak bersikap seperti pemimpin dan membuat karyawannya menderita. Tentu kamu tak ingin ribut, tapi takut komplen ke HRD atau bossnya langsung.


Baca Juga: Jadilah Atasan yang Baik dan Benar!


Tenang! Memang banyak atasan yang gak mau dikritik, tapi ada cara sendiri supaya setidaknya mereka mau dengar. Ayo baca tips mengkritik atasan tanpa diomeli ini:

Tips Mengkritik Atasan Tanpa Diomeli!


1. Punya Alasan Bagus

Pertama, kritik apa yang kamu punya untuk si boss atau HRD? Mungkin omongannya sering berubah? Selalu teriak dan memarahi karyawan di depan umum? Soal kerjaan ya, bukan yang lain.


Lalu, apa alasanmu untuk mengajukan kritik ini? Agar beliau berubah lebih baik? Agar karyawan merasa nyaman? Agar perusahaan maju?


Selama itu alasan yang positif dan bukan hal pribadi (kesal sama si boss), gunakan sebagai dasar untuk kritik pada si atasan.


2. Cari Waktu Yang Tepat

Kalau motivasimu untuk mengkritik sudah mantap, saatnya cari waktu yang pas. Jangan saat sibuk kerja atau mood si boss lagi jelek. Carilah waktu santai yang tak mengganggu kerja, saat si boss gak sibuk dan moodnya bagus.


Kalau waktunya gak tepat, orang yang sabar pun bisa tiba-tiba meledak! Jadi hati-hati, ya.


3. Bicara Berdua Saja

Kalau waktunya sudah pas, pastikan kalian hanya berdua saja dengan si atasan. Kalau perlu, ajak ke ruangan lain- idealnya kantor beliau. Bukan, bukan kencan lho!


Mungkin bukan cuma kamu yang menderita karena sisi negatifnya si atasan, tapi semakin banyak orang, kemungkinan diskusi berubah jadi ribut akan membesar. Apalagi kalau si atasan sendiri dan pihak kamu ada 3 orang atau lebih; dia akan merasa tertekan dan jadi agresif!


Agar kritik ini berjalan tenang dan damai, cukup berdua saja!


4. Gunakan Bahasa Halus / Menyanjung

Begitu sudah berdua saja, mulailah kritik kamu dengan pujian atau pembahasan sisi baik boss agar mood jadi bagus. Gunakan bahasa halus, tapi tetap casual sampai kamu bisa bicara soal kritik ke beliau.


Mungkin si boss ini punya banyak hal yang bisa dikritik, tapi jangan keasyikan bicara dan jadi panas ya. Ungkapkan pendapatmu soal kritik itu dengan objektif, tanpa marah-marah atau nyindir. Semua ini agar maksudmu tersampaikan, bukan ajang mengejek si boss.


5. Jangan Ungkit Masalah Lain

Saat mengkritik si boss, kemungkinan beliau akan melawan atau menyangkal. Mungkin sifat jeleknya akan keluar, tapi seperti poin 4 tadi, jangan panas! Tetap objektif, fokus pada kritik yang mau kamu sampaikan… dan bukan hal lain!


Ya, jangan sampai kritikmu itu tercampur dengan hal lain yang tidak berhubungan dengan kerjaan. Misal kamu tahu kalau dia suka mabuk di bar, atau parkir sembarangan di mall. Tapi itu kehidupan pribadi dia di luar kantor, jadi jangan dibawa-bawa!


Kalau kamu keceplosan begini, yang ada kamu jadi pihak yang salah dan dikritik balik oleh boss dan HRD! Jadi jangan sampai menyimpang, ya.

Demikian tips kritik atasan tanpa diomeli! Kalau kamu masih diomeli juga walau sudah menghindari poin kesalahan di atas, berarti si boss memang gak mau dikritik dan lebih baik dijauhi.


Kalau kritik gak mempan dan kamu gak tahan bekerja sama si boss, lebih baik resign! Kirim CV dan Resume kamu ke Kessler Executive Search untuk dapat boss dan karir yang lebih baik!


Sumber: okezone.com

135 views0 comments

Recent Posts

See All