Search

Cara Follow Up Kalau di-Ghosting HRD dan Recruiter


"Kena PHP kerja lebih sakit dari kena PHP gebetan."

Di-PHP-in HRD itu, sakitnya di sini…! Apa kabar semua, masih sibuk cari kerja dan meningkatkan karir? Memang cari kerja lewat sekian banyak interview dan update CV itu gak gampang… Tapi ada kalanya kita merasa lelah dengan semua proses rekrutmen yang terjadi. Apalagi kalau kamu kena di-ghosting HRD!


Apa itu ghosting? Kamu sudah melalui proses rekrutmen dari wawancara sampai tes, tapi HRD gak ngasih kabar lagi alias hilang! Biar kamu tetap bisa follow up dan gak kena PHP lagi, baca tips berikut!

Cara Mencegah / Follow Up Ghosting HRD


1. Jangan Terlalu Berharap

Namanya dunia bisnis itu kejam itu benar, hanya saja bukan seperti yang kamu pikirkan selama ini.


Intinya, jangan terpaku pada sikap si HRD atau pewawancara atau Recruiter saat interview. Meski mereka sebaik apapun padamu, tidak berpengaruh pada kemungkinan kamu kena ghosting.


Malahan, bisa jadi kamu kena ghosting dari mereka karena mereka terlalu baik. Karena nggak enak bilang kalau kamu gak lulus wawancara atau tes, mereka berdiam diri tanpa kabar.


Begitu merasakannya sendiri, kamu baru sadar kalau ‘kebaikan’ hati mereka ini justru berdampak buruk: membuat kamu berharap, lalu kecewa, serta membuang waktu berharga.


Jadi jangan terlalu berharap! Dunia kerja itu keras, jadi bergantung pada kebaikan orang asing (HRD) yang baru kamu temui itu langkah yang sangat buruk. Percaya pada diri sendiri!


2. Singgung Ghosting

Saat wawancara, sebut soal ghosting secara tidak langsung. Jangan terkesan menuduh atau menghakimi- sekalipun benar, perusahaan hanya akan marah dan membuat kamu gagal duluan.


Sisipkan perihal soal ‘HRD menghilang’ dsb di pengalaman interview kamu sebelumnya misalnya, lalu lihat reaksi HRD. Kalau mereka gugup atau marah, besar kemungkinan mereka biasa ghosting dan kurang menghargai karyawan.


Kalaupun reaksi mereka tenang, bukan berarti kamu aman. Ini penting disebutkan sebagai ‘peringatan halus’ saja, karena ghosting itu memperburuk citra perusahaan.


Baca Juga: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan HRD!


3. Tanyakan Kepastian

Mendekati sesi akhir wawancara atau tes, pasti kamu akan bertemu HRD, recruiter, atau staff lain yang mengarahkanmu ke sana kemari.


Di sela-sela tahapan interview kerja, tanyakan soal kepastian pemberitahuan lolos ataut tidaknya kamu. Sebisa mungkin, tanyakan ini ke beberapa orang, kalau bisa terpisah.


Kalau jawaban mereka jelas (2 minggu misalnya) maka kamu harus catat itu dan jadikan acuan nanti. Tapi kalau jawaban mereka gak jelas (apalagi kalau beda satu sama lain), siap-siap kena PHP.


Jangan merasa malu atau takut; itu hakmu sebagai calon karyawan! Kalau perusahaan tidak senang atau malah menolak pas kamu tanya soal ini, lebih baik cari kerja lain.


4. Follow Up by Mail

Sesuai dengan info yang kamu dapat dari nomor 3 tadi, lakukan follow up setelah waktu yang ditentukan (umumnya 1-2 minggu) dengan e-mail (atau cara apapun yang mereka tentukan). Jangan telepon!


Kalau tidak ada tanggapan, coba alamat e-mail atau kontak lain yang bisa dihubungi (kalau ada). Tapi kalau itu gagal juga (atau tidak ada alternatif lain), maka…


5. Move On, Cari yang Lain

Sesuai filosofi nomor 1 tadi, jangan terlalu berharap. Kalau gak ada usaha follow up dari pihak HRD sana, lupakan saja dan cari kerja lain.


Walau sudah usaha, tapi tetap kena ghosting atau PHP? Itu wajar di dunia kerja. Jangan patah semangat; cari yang lain lagi sambil tetap hati-hati!

Sekian tips menghindari ghosting recruiter! Tetap profesional walau sering di-PHP-in ya, guys~


Hubungi Kessler Executive Search untuk lowongan kerja bebas Ghosting!


Sumber: mojok.co, job-like.com

549 views0 comments

Recent Posts

See All