Search

Asal Usul Halloween dan Perayaannya


"HRD dan karyawan harus merayakan Halloween bareng-bareng!"

Happy Halloween! Walau ekonomi dunia sedang genting, bukan berarti kita gak boleh merayakan festival seperti Halloween, ya! Daripada capek cari kerja mulu, lebih baik rileks sebentar merayakan Halloween kecil-kecilan. Hitung-hitung ngasih Headhunter dan Recruiter-nya waktu istirahat juga, hehe.


Baca Juga: Tips Konten Digital Marketing!


Mungkin kamu kurang paham apa itu namanya Halloween, terutama sejarahnya. Nah, di edisi khusus kali ini, kita akan membahas asal mula Halloween sampai jadi perayaan yang mendunia seperti sekarang! Yuk, mulai Trick or Treat~

Asal Mula Halloween dan Perayaannya


Tradisi Bangsa Celtic di Skotlandia

Perayaan Halloween itu asalnya dari negara Skotlandia, tepatnya dari tradisi turun-temurun bangsa Celtic kuno sekitar 200 tahun silam.


Alkisah, Paus Gregorius III menetapkan tanggal 1 November sebagai All Saints Day; yaitu hari untuk memperingati orang suci. Sementara malam sebelumnya, tanggal 31 Oktober diperingati sebagai All Hallows Eve, yaitu malam suci.


Lama kelamaan All Hallows Eve dikenal sebagai Halloween.


Untuk Mengusir Hantu!

Bagi bangsa Celtic, kegiatan ini adalah festival musim panas bernama Samhain. Tanggal 1 November dianggap sebagai awal tahun baru, masa di mana dewa kematian Saman mengumpulkan roh orang meninggal untuk reinkarnasi.


Malam sebelum hari suci itu (31 Oktober) para roh dan hantu diyakini berkeliaran bebas sebelum ‘diambil’ oleh Saman, yang bisa merusak panen tanaman dan mengganggu warga. Untuk mencegah hal itu, mereka mengadakan suatu ritual suci.


Bangsa Celtic akan membuat api unggun besar dari tanaman dan hewan, memakai baju dari kulit binatang, lalu mengelilingi api sambil berbagi cerita.


Ini agar roh gentayangan tidak merusak desa atau mengganggu penduduk, juga mendoakan kerabat yang sudah meninggal agar pergi dengan tenang.


Dari Eropa ke Amerika

Seiring waktu, keturunan bangsa Celtic menyebar ke Irlandia, Inggris, serta Perancis utara. Banyak dari mereka yang masuk ke Amerika sebagai imigran Eropa, lalu tradisi ini pun diadaptasi.

"Hiasan labu wajib untuk Halloween! Mau serem atau lucu, semua ok!"

Berbagai unsur asli tradisi dari Irlandia dan kebiasaan warga Inggris pun berpadu menjadi perayaan Halloween, termasuk penggunaan hiasan labu dan istilah Trick or Treat!


Tradisi Kuno Jadi Pesta Seru!

Beberapa lama setelah diadaptasi di Amerika (sekitar tahun 1800-an), perayaan Halloween mulai diubah agar lebih bersahabat. Dari tradisi wajib, menjadi pesta yang asyik dan cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa.


Di sinilah identitas Halloween sebagai ‘pesta kostum’ mulai merebak. Tanpa terikat pada tradisi, orang-orang mengenakan kostum monster/hantu yang mereka sukai, sambil pamer atas desain baju masing-masing.


Trick or Treat!

Hidangan daging dan semacamnya tetap ada, tapi ditambah permen dan cemilan manis agar anak-anak senang. Bahkan permen pun dijadikan bahan permainan Trick or Treat!


Aturannya, anak-anak memakai kostum terbaik mereka lalu membawa keranjang kosong ke rumah-rumah tetangga. Mereka lalu berkata, “Trick or treat!” yang artinya “Beri permen atau dijahili!”


Pemilik rumah bisa memberi permen kalau suka pada kostum anak-anak, atau membiarkan dirinya dijahili. Bukan yang aneh-aneh ya, paling keisengan kecil seperti meledek atau corat-coret.

"Trick or Treat, guys! Ingat, buat anak kecil doang ya!"

Permainan ini berasal dari kebiasaan sekelompok anak imigran Irlandia, yang konon sangat jahil. Mereka suka ‘menghias’ pohon dekat rumah warga dengan tisu, atau mencorat-coret jendela dengan sabun.

Supaya mereka berhenti, pemilik rumah ‘menyogok’ mereka dengan permen. Wah, siapa sangka anak-anak di seluruh dunia jadi bisa minta permen tiap tahun karena mereka?

Sekian asal-usul Halloween dan perayaannya! Mungkin sekarang udah beda, tapi Halloween tetap tradisi sakral yang harus dilakukan dengan niat baik!


Kirim CV dan Resume ke Kessler Executive Search untuk lowongan kerja yang ada libur Halloweennya! Rayakan dengan rileks tanpa berlebihan ya, guys!


Sumber: detik.com, idntimes.com

68 views0 comments

Recent Posts

See All