Search

Apa Ijazah Boleh Ditahan untuk Kerja?


"Headhunter menghimbau kamu untuk jangan takut melawan penahanan ijazah gak jelas kayak gini!"

Apa ijazah boleh ditahan untuk kerja? Selamat tahun baru! Walau tahun 2020 kemarin berat, kita harus lebih positif di tahun 2021 ini– baik dalam bekerja atau cari kerja! Selain virus corona, kalian juga harus hati-hati dengan eksploitasi kerja seperti menahan ijazah!


Sekilas menahan ijazah untuk mencegah karyawan melanggar kontrak kerja itu masuk akal… tapi tidak! Baca dulu fakta-fakta menahan ijazah di bawah ini…!

Apa Ijazah Boleh Ditahan untuk Kerja?


Tidak Diatur Undang-Undang

Faktanya, perihal menahan ijazah untuk keperluan kerja tidak diatur oleh undang-undang. Tepatnya, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


Jadi, soal menahan ijazah tidak dilarang hukum. TAPI, bukan berarti itu wajib! Jangan sampai kamu ketipu kalau dibilang menahan ijazah itu sesuai UU!


Di lain pihak, kamu juga tidak bisa seenaknya menuntut soal ijazah; apalagi kalau sudah terlanjur sepakat soal menahan ijazah dengan tanda tangan kontrak.


Makanya, perhatikan baik-baik kontrak kerja kamu. Baca poin berikutnya untuk lebih jelasnya…


Kesepakatan Kedua Pihak

Karena tidak diatur oleh Undang-Undang, soal penahanan ijazah tergantung kedua pihak.


Patut diperhatikan: perusahaan manapun tidak punya kuasa untuk memaksa kamu menyerahkan ijazah. Sekaya dan sebesar apapun, mereka tidak punya hak menahan ijazah!


Jadi, jangan merasa takut kalau ada perusahaan atau HRD jahat yang maksa kamu serahin ijazah ya. Lapor aja ke polisi biar diam!


Karena itulah, saat perjanjian kontrak kerja, pastikan semua ketentuan yang berlaku. Kalau tidak ada soal penahanan ijazah, bagus. Tapi kalau ada, tanyakan dengan detil semua aturannya.


Apa itu memang penting dan wajar, atau perusahaan ini hanya mau menipu? Hati-hati, ya!


Baca Ini Juga Ya~: Masalah yang Sering Dialami Sesama Karyawan


Merugikan Kedua Pihak

Sebenarnya, terlepas dari kesepakatan pihak bersama atau bukan, menahan ijazah itu bukan tindakan bijaksana. Dari segi ekonomi dan sosial, menahan ijazah itu merugikan kedua pihak.


Pihak pekerja atau karyawan dirugikan, karena tanpa itu mereka kesulitan melamar kerja baru di lain hari. Terlebih, ijazah itu dokumen hasil prestasi hidup yang tidak bisa diganti begitu saja!


Pihak perusahaan juga dirugikan, karena menahan ijazah sama saja dengan menyandera orang atau barang berharga karyawan. Itu akan bahan cemoohan dan alasan perusahaan lain untuk menolak kerja sama.


Karena itu sangat dianjurkan untuk tidak menahan ijazah dan memilih metode lain untuk menjaga aturan. Mau gimanapun juga, konotasi menahan ijazah itu negatif.


Kompensasi Sepadan

Ada beberapa contoh kasus di mana menahan ijazah itu wajar, karena karyawan juga menerima bentuk kompensasi yang sepadan.


Misalnya, sebuah perusahaan IT memerlukan laptop khusus untuk bekerja, jadilah setiap karyawan diberi laptop itu oleh perusahaan. Tentu ini hanya pinjaman, jadi ijazah karyawan ditahan sebagai jaminan.


Tapi selama karyawan memakai laptop tersebut untuk bekerja dan menjaganya baik-baik, perusahaan tidak ambil pusing soal mereka memakainya seperti laptop pribadi. Yang penting tidak rusak!


Karyawan juga tidak rugi, karena laptop tersebut memiliki banyak fungsi lain selain untuk kerja (musik, video, game, internet, dll) dan mereka bisa memakainya dengan bebas selama dijaga baik.


Itulah satu contoh menahan ijazah yang baik! Tentu karyawan bebas menolak dan memakai laptop sendiri (kalau punya) atau komputer perusahaan (yang tidak bisa dibawa pulang), tapi intinya kedua pihak harus diuntungkan!

Sekian fakta menahan ijazah! Sebisa mungkin jangan pilih untuk menahan ijazah kalau tidak penting banget seperti contoh ke-4 di atas, ya~


Perlu kerjaan atau karyawan di tahun 2021? Kunjungi situs Kessler Executive Search untuk hasil terbaik!


Sumber: kompas.com

268 views0 comments

Recent Posts

See All