Search

Alasan Karyawan Terbaik Resign dari Perusahaan


"HRD paham betul alasan karyawan top resign dan minta bantuan Headhunter."

Kenapa justru karyawan top yang paling sering resign!? Mungkin sebagai karyawan salah satu perusahaan atau bahkan manajer di posisi top (atau bahkan boss!), kamu sering bingung lihat si ‘karyawan terbaik’ tiba-tiba mangkir. Mungkin kamu pikir tren ‘karyawan terbaik resign’ ini punah pas pandemi kemarin dan masa new normal sekarang, tapi salah besar! Karyawan terbaik justru masih suka resign, bahkan di masa new normal yang ekonominya belum pulih! Kenapa, ya?


Baca Juga: Resign Sekarang Aman Gak, Ya?


Namanya juga karir, pastinya gak selalu soal uang gaji, tapi juga passion. Kalau tidak mengerti hal itu, boss dan rekan kerja harus instropeksi nih. Supaya kamu gak terjebak, yuk simak alasan karyawan terbaik resign dari perusahaan di bawah ini!

Alasan Karyawan Terbaik Resign dari Perusahaan


1. Beban Kerja Terlalu Banyak

Namanya karyawan terbaik, pastinya hasil kerjanya selalu top. Boss pasti menempatkan individu-individu semacam ini di posisi yang penting, dengan job description sulit. Posisi top, gaji tinggi, si karyawan terbaik harusnya merasa langgeng, toh?


Sayangnya, banyak boss yang lupa diri. Si karyawan terbaik ini dianggap sebagai ‘alat pemecah semua masalah’, lalu diberi pekerjaan terus menerus. Akibatnya mereka jadi stress kerja, terus resign. Karyawan terbaik sekalipun tetap manusia, guys!


2. Nggak Dihargai

Kebalikan dengan nomor 1 di atas; si karyawan terbaik gak dihargai oleh boss atau rekan kerjanya! Walau hasil kerjanya selalu baik dan gak pernah telat, gak ada pujian. Sehari-harinya diteriaki kasar, dicuekkin, atau malah dicari-cari kesalahannya.


Alasannya mungkin si boss atau rekan kerja iri hati, gak suka kepribadiannya, dll. Tapi namanya kerja, ya harus profesional. Hasil kerja baik harus dihargai baik, atau bye-bye karyawan berkualitas!


3. Gaji Rendah

Mirip dengan nomor 2, tapi lebih ke arah materi. Mungkin si karyawan terbaik ini hasil kerjanya selalu top, tiap hari happy di kantor, juga akur dengan teman kerja dan si boss. Namun pas hari gajian, dia shock dan besoknya resign.


Kenapa? Karena gajinya tidak sebanding dengan beban kerja dan prestasi yang dia capai! Apa artinya jadi nomor 1 kalau gaji sama dengan karyawan lain yang sedang-sedang aja? Kalau gak mau mereka resign, tunjukkan dengan gaji nyata yang pantas, bukan cuma omongan di mulut.


4. Karir Mentok

Gaji bukan segalanya dalam pekerjaan, tapi juga passion! Kalau menghargai karyawan terbaik, berikan kesempatan pada mereka untuk berkreasi dengan tanggung jawab baru atau semacamnya. Selain bisa membuat tujuan lebih tinggi, semangat mereka pun akan terpacu!


Eits, bukan berarti menambah kerjaan mereka ya (poin nomor 1). Misalnya berikan mereka proyek bergengsi yang perlu pendekatan berbeda. Ajak mereka ke meeting antar perusahaan, aneka event bisnis, dll agar mereka banyak belajar.


Memacu kreativitas karyawan tanpa membebani mereka itu penting! Ada banyak boss buruk yang ngakunya ‘memberi tantangan’ atau ‘memacu karyawan’, tapi ternyata cuma alasan untuk ngasih kerja tambahan. Jangan sampai ini kamu, ya!


5. Lingkungan Kerja Buruk

Nah, walau nomor 1-4 berhasil dihindari, faktor ke-5 ini sering dilupakan. Penting untuk membuat karyawan terbaik Anda merasa nyaman dan aman di perusahaan, mulai dari kantor yang rapi bersih, fasilitas memadai, lokasi strategis, bonus tahunan, dll.


Hindari politik kantor, gosip, dsb. Karyawan terbaik Anda itu sudah sibuk memberi performa 120%, jadi jangan ditambah hal-hal negatif ini.

Demikian alasan karyawan terbaik resign dari perusahaan. Jangan sampai bawahan atau rekan kerja kamu yang ‘karyawan terbaik’ cari kerja baru karena poin-poin di atas, ya!


Kalau mengirim CV dan Resume ke Kessler Executive Search sekarang, kamu bisa mendapatkan lowongan kerja terbaru yang menantang dengan gaji tinggi! Pacu terus karir kamu sebagai karyawan di masa new normal!


Sumber: popbela.com

379 views0 comments

Recent Posts

See All