Search

5 Tips Mencegah Karyawan Resign


"Kessler Executive Search tahu kalau kamu adalah aset paling berharga perusahaan!"

Jangan sampai karyawan terbaikmu resign! Masa new normal sekarang mulai stabil, tapi PSBB dan aneka keterbatasan lainnya masih berlangsung. Karena itu penting bagi perusahaan untuk menjaga karyawan mereka sebagai aset yang berharga, supaya tidak resign atau pindah ke perusahaan lain. Ingat, cari kerja dengan bantuan Headhunter dan Recruiter itu tetap makan waktu, jadi mencegah resign itu lebik baik daripada membuat lowongan kerja baru!


Tentu, mengatasi sekian banyak penyebab resign itu sulit. Berikut tips mencegah karyawan resign khusus untuk kamu!

5 Tips Mencegah Karyawan Resign


1. Perlakukan Mereka Dengan Baik

Hal sederhana tapi tetap paling penting, adalah memperlakukan karyawan dengan baik! Beri mereka gaji yang pantas, sapa saat bertemu di pagi dan siang hari, puji saat kerjanya bagus, nasehati secara pribadi saat mereka salah, dsb.


Walau sederhana, tapi kadang HRD atau atasan tanpa sadar bersikap cuek atau kurang sensitif pada karyawan. Akibatnya, mereka merasa terabaikan dan resign karena hal-hal kecil seperti itu bertumpuk. Ciptakan lingkungan kerja yang baik biar karyawan betah!


2. Cari Tahu Penyebab Resign

Penyebab resign ada macam-macam, jadi kalau sampai kejadian di perusahaan kamu (apalagi berkali-kali), cari tahu penyebabnya!


Apa gaji terlalu rendah? Lingkungan kerja tidak nyaman? Ada manajer atau karyawan yang sikapnya tidak baik? Kamu terlalu menuntut atau kebanyakan memberi tugas?


Setelah tahu penyebabnya, cari solusinya bersama HRD dan manajer. Mungkin perlu ada penyesuaian atau penambahan kebijakan yang bikin repot… tapi ingat, kalau karyawan top kamu resign, jadinya lebih repot lagi nanti!


3. Beri Tahu Prospek Karir

Karyawan seringkali merasa tidak pasti dengan karir mereka, jadi luruskan hal ini! Sejak awal bekerja (atau segera, kalau belum), ceritakan prospek karir mereka di perusahaan kamu.


Misalnya, sebagai staff accounting, ada bonus akhir tahun serta jatah cuti sekian hari per tahun. Staf accounting akan turut serta dalam acara khusus seperti a, b, c, yang cocok untuk meraih koneksi dengan perusahaan x, y, z, dst.

"Karena HRD ngasih tahu detil benefit kerja di sini, aku jadi gak mau resign!"

Dengan tahu pasti perkiraan karir mereka ke depannya, karyawan tidak akan merasa was-was dan bekerja sekuat tenaga tanpa memikirkan resign!


Baca Juga: Attitude Lebih Penting Dari Skill!


4. Komunikasi Terbuka

Hal yang masih sering disayangkan adalah komunikasi satu arah di banyak perusahaan. Boss atau HRD memberi perintah, evaluasi, dst ke karyawan, tapi tidak sebaliknya. Karyawan sulit memberi masukan atau kritik ke perusahaan karena sistem komunikasi bobrok.


Jangan sampai perusahaanmu seperti ini! Buat karyawan merasa rileks saat rapat dan kumpul-kumpul, agar mereka bisa berpendapat bebas dan tidak terkekang. Dengan komunikasi 2 arah seperti itu, soal resign pasti akan dipikir 2 kali!


5. Terima Masukan dari Yang Resign

Sekuat apapun usahamu mencegah resign dari karyawan, kadang tetap saja terjadi. Kalau sudah begitu, jangan sedih. Urus prosedur resign mereka dengan tenang dan profesional.


Sebelum pergi, cobalah bicara empat mata dengan mereka. Bilang kalau kamu sudah tidak akan mencegah resign, tapi ingin tahu alasannya secara detil. Masukan apa yang bisa mereka berikan, agar perusahaan bisa lebih baik lagi?


Selain memberi kesan baik kepada mereka yang pergi, juga akan menjadi pelajaran berharga agar nanti tidak ada lagi yang resign karena alasan yang sama.

Sekian tips mencegah karyawan resign! Karyawan itu aset penting, jadi jangan anggap mereka bisa diganti begitu saja, terutama di masa new normal sekarang.


Kirim CV dan Resume ke Kessler Executive Search untuk prospek karir terbaik! Tetap semangat kerja dan jangan buru-buru resign, ya!


Sumber: kompas.com

125 views0 comments

Recent Posts

See All