Search

5 Etika yang Harus HRD Miliki Saat PHK Karyawan


Tenang, aku kenalin Headhunter yang bisa bantu kamu.

HRD harus memakai moral dan etika saat mem-PHK karyawan. Saat sedang kriris karena wabah virus Corona sekarang ini, laju serta proses ekonomi di seluruh dunia jadi terhambat. Semua perusahaan harus mampu beradaptasi di masa-masa sulit sekarang ini akibat efek Covid-19 supaya bisnis tetap berjalan, karyawan bisa tetap bekerja seperti biasa dan semua bisa tetap dapat gaji! Salah satu solusi terbaik saat ini adalah menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH), di mana seluruh karyawan cukup bekerja secara online dari rumah masing-masing. Satu cara lagi yang populer adalah sistem rotasi shift kerja, di mana karyawan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk datang ke kantor secara bergantian. Sayangnya masih ada 1 cara lagi: PHK karyawan!


Ada banyak alasan memecat karyawan, dan sayangnya masa-masa sulit di tengah pandemi virus Corona ini adalah salah satunya. Karena tidak bisa keluar dengan bebas dan bekerja sepeti biasa akibat wabah Covid-19, banyak perusahaan yang terpaksa mem-PHK karyawan. Tidak semua perusahaan bisa menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) atau rotasi shift dengan baik, sehingga satu-satunya pilihan adalah PHK. TAPI, bukan berarti HRD bisa asal pecat karyawan begitu saja, ya!


Baca Juga: Sebelum Pecat Karyawan, Pertimbangkan Hal Ini Dulu!


HRD perlu etika dan moral yang baik dalam memberi pemberitahuan PHK pada setiap karyawan. Berikut kami rangkum poin-poin pentingnya!


Bersiap-siap

Sebelum bicara kepada karaywan yang akan di-PHK, persiapkan dulu segala sesuatunya. Isi dokumen PHK dan dokumen lain yang diperlukan, buat daftar barang serta perlangkapan perusahaan yang dipakai dan harus dikembalikan, siapkan slip gaji terakhir karyawan, dll. Selesaikan semuanya sampai tuntas, jadi proses pemecatan tidak berlarut-larut.


Jujur Saja

Saat waktunya tiba, ajak karyawan itu ke ruang terpisah untuk bicara empat mata. Bicara jujur kalau mereka akan di-PHK, juga jelaskan secara detil soal alasan pemecatan dan hal lainnya, supaya mereka tidak bingung. Jangan basa-basi, nanti malah lebih sakit jadinya.


Bersikap Baik dan Ramah

Apapun alasannya, kena PHK itu sudah pasti gak enak. Bersikaplah ramah ke karyawan tersebut, ingat kalau PHK ini akan mempengaruhi hidup mereka dan keluarganya ke depannya. Mungkin mereka bukan karyawan yang baik atau punya masalah pribadi sama kamu, tapi jangan marah sekarang ya. Tetap sopan dan pengertian, begitu baru HRD profesional!


Hargai Kerja Mereka

Terlepas dari prestasi baik atau buruk, hargailah usaha mereka selama bekerja di perusahaan. Sebutkan prestasi mereka selama ini, sikap kerja mereka yang baik, dll. Bukannya menjilat atau menghibur ya, tapi menghargai semua hal positif yang sudah mereka berikan pada perusahaan. HRD profesional harus bisa begini!


Berikan Dukungan dan Solusi

PHK itu berat, jadi berikan semua dukungan yang kamu bisa ke karyawan yang kena PHK ini. Berikan mereka bantuan seperti tawaran kerja baru di perusahaan lain, kenalan pemilik usaha yang butuh karyawan, program pelatihan kerja, dll. Selama tidak melanggar aturan di perusahaan yang sekarang, sah-sah saja!


Demikian 5 tips kami tentang etika yang harus HRD tanamkan saat mem-PHK karyawan! Kalau proses PHK-nya berlangsung damai seperti ini, karyawan jadi tidak cemas akan kehidupan mereka nanti dan justru berterima kasih pada HRD dengan lebih produktif dalam mencari jenjang karir baru!


Ingat, korban PHK karena Corona bukan cuma mereka saja, jadi jangan mau kalah! Hubungi layanan Headhunter kami dengan menyiapkan CV dan Resume untuk menemukan perusahaan baru dengan sistem kerja dari rumah (WFH) yang baik dan produktif!


Source: forbes.com

202 views0 comments

Recent Posts

See All