Search

5 Alasan untuk Tidak Naik Jabatan


"Kalau aku gak buru-buru naik jabatan seperti saran Headhunter, pasti gak begini."

Jangan nafsu naik jabatan! Salam sejahtera, semuanya! Saat pandemi, kita terpacu untuk berusaha keras dalam bekerja atau cari kerja (dengan jasa Recruiter) agar bisa naik jabatan! Eits, sebentar. Terkadang naik jabatan bikin sengsara, lho?


Namanya promosi jabatan ke posisi yang lebih tinggi berarti banyak hal positif yang bisa diterima, seperti naik gaji, kuasa lebih besar, dapat anak buah, koneksi luas, dsb.


Tapi kalau gak hati-hati, kamu bakal lebih menderita dibanding posisi sebelumnya yang lebih rendah! Gak percaya? Bacalah 5 alasan untuk tidak naik jabatan berikut…

5 Alasan untuk Tidak Naik Jabatan


1. Kurang Pengalaman

Jabatan lebih tinggi keuntungan meningkat, tapi kamu juga harus melihat sisi tanggung jawabnya.


Besar kemungkinan kamu akan dapat tanggung jawab baru. Pekerjaan pun berubah menjadi hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya!


Misalnya sebelumnya kamu jadi sales yang bersosialisasi dengan klien; secara langsung atau lewat telepon. Tapi kamu naik pangkat jadi manajer pemasaran, berarti berkutat di meja mengatur laporan keuangan dan rencana penjualan.


Ini Apa?: Program Pelatihan Karyawan!


Perubahan drastis tersebut akan membuatmu bingung dan tidak bisa bekerja! Walau bisa belajar, tidak ada jaminan pekerjaan baru itu cocok untukmu.


Performa kerjamu bisa turun drastis dan menimbulkan kerugian. Kamu bakal disalahkan boss dan beresiko dipecat!


Karena itu, pelajari dulu posisi baru yang akan kamu pegang. Kalau tidak punya skill atau pengalaman yang cocok untuk itu, sebaiknya pikir dua kali!


2. Beban Bertambah

Banyak karyawan langsung setuju naik pangkat, karena tanggung jawabnya sama. Misalnya dari manajer pemasaran ke direktur pemasaran.


Kesalahan umum kebanyakan orang adalah meremehkan ‘naik level’ ini. Walau kerjaannya sama, beban bisa naik berkali-kali lipat!


Kalau cuma perlu lembur 1-2 kali seminggu di posisi lama, posisi lebih tinggi ini mungkin menuntut lembur hampir tiap hari!


Meski itu pekerjaan yang sudah lama kamu gandrungi dan sukai, stress dari beban kerja yang meningkat akan menumpuk.


Karena itu, periksa seberapa besar kenaikan beban kerja di posisi baru. Bandingkan dengan performa di posisi sekarang: apa kamu sanggup mengatasinya tanpa memaksakan diri?


Bila tidak, sebaiknya tolak. Memang sayang, tapi daripada gak sanggup lalu sakit atau bahkan dipecat?


3. Waktu Tidak Tepat

Datangnya promosi jabatan tidak bisa ditebak, tapi saat terjadi analisalah situasimu. Apa waktunya pas untuk menerima tanggung jawab yang baru dan lebih berat?


Ya; jangan lihat kenaikan gaji atau hak istimewa, tapi beban kerjanya! Apa kamu sanggup mempelajari hal baru dan bekerja lebih giat di situasi itu?


Mungkin kamu sedang sakit dan belum sembuh-sembuh? Mungkin keluargamu ada yang melahirkan? Kalau situasi tidak mendukung, cobalah minta waktu.


Kalau tidak bisa diundur sampai situasi lebih baik, sebaiknya tolak. Sayang memang, tapi daripada terjadi hal buruk?


4. Skill Tidak Cukup

Karenan beban kerja meningkat dan tanggung jawab baru, perlu skill yang cukup untuk mengatasinya.


Kalau skill untuk pekerjaanmu sekarang saja pas-pasan, bakal sengsara. …Dan jangan pikir kamu cukup belajar giat di 2 bulan pertama jabatan baru.


Tidak sebanding resiko perusahaan merugi dan reputasi karir tercemar! Kalau mau mengembangkan skill, lakukan jauh hari sebelum promosi jabatan datang!


5. Tidak Suka Jabatan Baru

Jabatan baru bisa sangat berbeda dengan posisi sekarang.


Misalnya kamu Reporter, tapi naik pangkat jadi Produser. Sekilas terlihat bagus, tapi yang kamu suka itu bicara dengan narasumber di lapangan, bukan mengatur staff di studio.


Kalau tetap diterima, kamu bakal makan hati mengerjakan hal yang tidak disukai. Jangan lakukan, apalagi cuma demi gaji!

Sekian 5 alasan untuk tidak naik jabatan! Jangan keburu tergiur gaji; pikir dulu masak-masak!


Perlu pekerjaan baru dengan jabatan lebih tinggi, tapi cocok denganmu? Kessler Executive Search siap membantu!


Sumber: bbc.com

326 views0 comments

Recent Posts

See All